Kamis, 14 November 2013

Thailand Part 3 ~~ Antara Krabi dan Bangkok, terdapat Bombay Tekstil

Cerita Sebelumnya

Kenalan dengan Krabbypatty dibagian ini. Cerita bagaimana kami sudah sampai di Thailand dan berwisata kere ada disini. Jadi karena berdasarkan laporan mata-mata, sampai saat ini nggak ada teman-teman pembaca yang masuk rumah sakit, maka cerita tentang Krabbypatty akan gue selesaikan di postingan ini. 

Berdoa menurut keyakinan masing-masing,, dimulai.

Berdoa, selesai...

Jika sebelumnya teman-teman pembaca sudah siap menahan air mata sembelit, maka kali ini gue mohon pembaca memasukkan tangannya ke kantong celana. Iya, rogoh-rogoh aja dulu disitu, nemu uang gak? Nemu?... Nah bagi cepek dulu dong... Apa gak mau? Situ gak kenal Pak Ogah dan Pak Ableh? Waktu kecil gak pernah nonton Unyil? Ngapain aja meen.? *maap mbak, angkatan kami nontonnya Hannah Montana*...



Goodbye Phuket.

Setelah check out kami menikmati sarapan homemade buatan si pemilik Caza Brazil. Anyway,, alias jalannya Anik, #yaoloh_garingnya_sampai_mau_boker walaupun Phuket berada di kawasan Thailand selatan yang banyak penduduk muslimnya, tapi pemilik hostel kami beretnis china. Jadi pasrah saja kalau makanan yang disajikan kena babi.. Cuma bisa berdoa semoga babinya sudah mualaf, jadi kita satu muhrim gitu.

Perjalanan dilanjutkan melalui darat menuju Krabi. Kami disuguhi pemandangan seperti jalur selatan Jawa dilengkapi dengan sign board yang bertuliskan huruf Thailand. Tulisannya beda tipis sama huruf bahasa Jawa. Gue curiga jangan-jangan kita sedang mudik ke Yogyakarta dimana tiap 10 meter ada plang restoran Pring Sewu.



Krabi
Kami sampai di pusat kota Krabi yaitu Aonang. Ingat ya, Aonang.. A. O.. yak tatap mata saya.. sekali lagi.. tatap mata sayaaa.. coba ditiru AAAA? (AAAA pembaca membeo) OOO (OOOO pembaca meniru) NAAANG (NAAANG pembaca mendesah lega)..

Aonang.. sebaiknya kita harus berhati-hati melafalkannya.. Kenapa begitu? Bisa salah persepsi buebuuu....Bayangkan, salah intonasi sedikit bisa menjadi pemicu keributan rumah tangga loh... Gak percaya?

Ada satu cerita yang terjadi pada sebuah keluarga artis A4.. Bukan, bukan keluarga folio, A3, A5, dan kuarto,, kita tidak sedang membicarakan bisnis fotocopy... Tapi penghuni rumah ini adalah Anang, Ashyanti, Aurel dan Azriel.. Gue curiga, jangan-jangan Anang putus sama Syahrini karena namanya tidak pakai huruf A. Mungkin Syahrini menolak, karena nama di KTP akan berubah jadi Ahrini Ahmasa Ahiya, Gengsiii dooong...  Gak hoki kan?

Anang     : "Syantih, kemarinh keh Thailand kamuh borosh belanjah kemanah ajiyah?" *kalau sok imut, logat Anang jadi sunda*
Asyanti    : "Aaah Anaaanggg" *mencoba manja*
Anang    : " Syantik.. Akuk tuk serius nanyak, kemarin kamuk ke Thailand kemanak? Tak'iye." *kalau ngambek, logat Anang jadi madura*
Asyanti   : " Aonang, Nang. Aaaww.. Anang.. sakit Anang iiihh.... " *mungkin dia dikitik-kitik*
Anang   : "HEH. DAASAAARR ISTRII TAK TAU DIUNTUUNG!! DITANYA APA, JAWABNYA APA *#@%^&*%$*" disensor demi keamanan umat manusia
Asyanti    : " AAWWW... NAAANG.. AWWWHH... NAAANGGG.. NAAANG.. AAWWWWWW!!"



Nah kan nah kan.. kata yang mirip apalagi bisa dibalik-balik artinya jadi beda kaan

Halaaaahh ngigoo lagi, kayaknya gue selesai nulis postingan ini bisa bikin Harry Porter edisi 8 terus nanti judulunya Hary Puter-puter dah..

Kembali ke Aonang. Jalanan Aonang yang lebar mengingatkan gue akan pusat kota Boyolali tahun 1990-an. Bedanya disini sudah ada gerai Stabucks dan gerai-gerai hasil warisan konstipasi-yahudi lainnya.. Sementara Boyolali sejauh yang terakhir gue lihat,. mmm,, masih ada patung sapi lambang pergaulan anda,, eh salah, itu Pagoda pastiles.. Pokoknya kalau sampai Boyolali jangan lupa foto di patung sapi itu deh.. biar dianggap gaul.. oleh sapi-sapi Boyolali, tapinya.

Setelah capek berkeliling mencari penginapan, tepatnya lima meter kekanan dan lima meter kekiri dari tempat kami diturunkan, akhirnya kami memilih Dream Garden Hostel.

 Oiyah, kalau liat di Agoda,, itu foto2 kamar sudah modern yah,,, waktu kami ke sana sih kayak desain kamar sinetron Noktah Merah Perkawinan gitu,,,*kayak pegimanak pulak, silakan dibayangkan sendiri*


Sambil istirahat, kami melihat saluran televisi lokal. Semua program televisi disulihsuarakan ke bahasa thailand. Jadi meskipun di TV ada Mike Tyson lagi nangis meronta-ronta dipangkuan Lady Gaga, tetap pembicaraan yang terdengar adalah "prangkakakkp swarakakkaakap kap kap" gituuuh.

Sungguh menarik sekali TVRI-nya Thailand ini. Sampai ahirnya kami melihat program musik AMKM .

Intermezzo sebentar,, pada tau AMKM kan? Jangan bilang jaman piyik masih belum bisa cebok nggak pernah nonton AMKM. Ya Ampun RPUL gak tau, sekarang AMKM gak tau juga.. Apakah semua pembaca bukan anak generasi NKOTB?,, (yak pakai singkatan aja terus).

Jadi, apa coba singkatan AMKM? :
  • Anang Menyanyi, Krisdayanti Mualmules? Bukan... Maap itu kalau gue lagi nyanyi karaoke kook
  • Aku Makan, Kamu Menelan Ludah? Bukan.. itu edisi tanggal tuak, cuma bisa makan indomi sepiring berdua
  • Andi Malarangeng Ketahuan Mengupil? Bukan.. Ini sebeenernya gue lagi ngapain sih  
  • Agnez Monica Kenapa Menjeriat-jerit? Bukan.. Itu edisi... ah yasudahlah...

Jadi sebenarnya AMKM adalah Anda Meminta Kami Memutar, Penyiarnya Rina Gunawan yang selalu bergonta-ganti wig. Kece? Biasa aja. Malah makin jadi Rina Gakmenawan sih. Eh, tapi kok suaminya ganteng banget? Si Teddy Sah? Iya Sah.. sah.. saaah kok, tadi kami yang menyaksikan (langsung penghulu-saksi-mertua-dan-penganten pria berjabatan tangan,, sementara para wanita mewek-in-style alias nangis tapi make up gak rusak).


Aduh, sampai mana tadi? Intinya ada satu lagu yang kocak banget video klip-nya. Gue lupa apa judul lagunya. Peran utama wanitanya mirip banget ama Omas. Nah Omas ini naksir sama cowok ganteng, tapi ternyata si cowok ini penyuka-sesama-batang. Mungkin nama artis Omas versi Thailand adalah Omasyahputri Tarakdungtong Tosduludong.

Eniweii,, alias jalannya Enik #yaoloh_garingnya_sampai_mau_boker, ada kesamaan minat antara Krabi dan Phuket. Mereka memiliki kedekatan sosial yang erat dengan dua negara yaitu Swedia dan India. India? iya India dengan bombay tekstilnya.

Gini ya, gimana nggak dekat cobak, kalau didaerah pinggir pantai, berjajar toko tekstil lengkap dengan bahan kain untuk dijahit. Udah gitu yang jaga mas-mas India tapi gayanya plek SPG Gioardano. Bedanya gaya mejeng mereka seperti ini: 

harus bersandar, angkat satu kaki sambil menerawang menatap masa depan..
*iya, pokoknya yang kayak lagi foto prewedding*

Harus sudah mandi sore, pakai outfit kaos/kemeja yang dimasukkan kedalam celana jeans ketat..
 Jangan lupa minyak firdaus dan minyak nyong-nyong supaya rambut tetap terjaga,, ke-kilong-annya

Jangan lupa kancing kemeja diturunkan sampai memperlihatkan bulu dada.
Kalau berkeringat rasanya nanti semriwing. Gelisah alias geli-geli basah gitu


Yang jadi permasalahan adalah dengan deskripsi busana tadi, wajah mas-mas itu India banget. India banget itu yang kayak gimana sih? Yah, kayak gini ini ..

Neng.. Neng,,, Neng... Eh ada eneng, Abang gak jadi puyeng

Nah lepas dari Komeng dan Omas kita ketemu dengan Aziz Ansari. Itupun masih cakepan si Aziz. Terusannya ada seorang Aziz jadi-jadian yang secara konsisten nggodain cewek-cewek yang lewat. Tapi kalimatnya garing, saking garingnya, kerupuk karak yang kisut kepanasan aja gak mau disamain sama kalimat mas-mas ini.

"Haeeee sweety.. Haee sweaty.. Malaysia? Malaysia?" 
"Haeeee are you malaysia? Are you malaysia..?" 

Ada alasan kenapa kalimat ini garing banget :
  1. Sweety. Sweaty? Seriously.. C'moon (omaigod, gue pakai bahasa gaulll... sungguh teramat tak cocok kelli)... ehem... ulangi lagi. Sweety. Sweaty? Hyoangaaaalaaah.. Horrrook. Memangnya kami ini disamakan dengan salah satu diapers baby anti keringatan? 
  2. Malaysia? Kami Malaysia? Memangnya wajah kami mirip Mahatir Muhammad .. eh salah ya.. ulangi lagi. Memangnya kami mirip dengan Bubu-nya Syahrini apa? 

Bukannya jumawa #bentar_pakek_lipen_setip_dulu tapi yaaaaa gini-gini, gue masih ada yang naksir loo,, minimal suami gue sangat mencintai dengan sepenuh hatinya. Tul gak mas? Ya kan Mas? Ei Maas... Woii MHOOWAAAASSS!!


...kamera beralih ke belahan bumi lain, tepatnya di Indonesia bagian suami lagi mewek neratap..

Suami nyanyik lagunya alm. Nike Ardilla 
" Oh Tuhaan,, Tolonglaah... Tunjukkan jalaaan, pada hidupkuuu.." 

"HAPOAAAHHHH??!!.. Oh ternyata jadi begitu Kanda Brama Kumbara?.. Tunggu pembalasankiyuuh.. HAAAEEAATT!!"
Gue berubah jadi  Lasmini lengkap dengan suaranya mbak Ivanna Rosse ..



Sebenarnya target market toko-toko bombai tekstil ini siapa ya? Mungkin trend spring-summer 2010 adalah busana pesta untuk di pantai. Mungkin adanya toko kain ini karena ada insiden pembuatan video klip lagu Kemesraan-nya Iwan Fals dan Betharia Sonata.  



"Kemesraaan ini... Janganlah cepat berlalu..."
"Kemesraaan ini,, inginkuu...."
"Kemes...."
"....."


Eh mas Iwan,,, kok Mba Betaria nggak mau nyayik? Ternyata mba Betharia lagi ngambek, dia pengen pakai gaun pesta ala Julia Perez. Memangnya disini ada Rahmad Tailor penjahit jeans idola mahasiswi UI depok? Nggak ada kan? Nah karena insiden Betaria Sonata ngambek itulah sejak sa'at itu muncul menjamur toko-toko bombay tekstil... Untuk jaga-jaga beroooh...


Restoran tempat kami makan malam penuh dengan pasangan yang berbulan madu. Boro-boro teman-teman gue (yang pada kala itu semuanya jomblo) mau ngeceng, yang ada, meja-meja disekitar kami diisi pasangan yang serius berkencan. Sepintas mirip sekali dengan ajang pencarian jodoh Take Me Out... Pokoknya acara dimana setiap pasangan akan diberi waktu 5 menit untuk saling mengetahui satu sama lain, sebelum bergeser ke meja sebelahnya dan melakukan wawancara yang sama.


Apakah mereka sampai bergeser ke meja kami? Yo horak mungkin.. Ngelindhur popiye?..


lihat bahkan botol2 untuk nemenin pacaran sama ada lampu2 sengkrilip nya
Nah sepulangnya dari makan malam, kami melewati deretan warung kaki lima.. Lucunya ada box telpon dengan warna-warni pun suara musik dangdut-krabi-pantura.. Mungkin, ini mungkin loh ya ,,, ini box telepon yang dibutuhkan untuk pencitraan ke pasangan masing-masing...

Jadi nih, ceritanya ada seorang turis Indonesia yang mendapatkan telpon kepo dari pacarnya.

Wulandari si pacar  : " Halooo..halooo Tumijoo, nangdi sampeyan saikiii...?"
Tumijo           : " HALOO.. eh Ndari, jangan kenceng..kenceng, Ndar.. namaku Tomii... aku lagi dugeeemm" *langsung berlari ke box telepon umum terdekat,, padahal tadinya lagi di pinggir jalan. Jongkok nahan pup*
Wulandari          : " HALOOK . Opo Tum? Sampeyan dadi Tomi? Ngapusiiikk,,, mesti sampeyan ada main ama cewek lain tooo?"
Tumijo                   : " Ndaaak,, ini aku sendirian lagi diskoo. Kamu ndak denger?.. Nih takdengerkeee"

Lalu terdengar lagu Denpasar Moon-nya Maribeth yang jadi backsound telepon umum ini.
 "Denpasaarrr Moon, saringan, ampas tahu,.,, "




Demikian cerita kami di Krabi, sambil menunggu boarding kembali ke Bangkok silakan dinikmati foto-foto selama di Krabi: 


sebut saja namanya Bunga... temennya si sebut-saja-namanya-Mawar

Tewe ketemu idolanya.. Kimi Raikonen.. ingat ya Raikonnen, bukan Kimi Raikomeng apalagi Kimi Raikoreng..
 *bisa digaplok pakai melon kalo bilang Kimi mukanya korengan*
Pakai sisir bulet.
Karena roll poni gak kuat menahan beban hidup sodarah-sodarah!

mbak-mbak ini belum pernah makan buah manggis
awas minggoiiiirr... ada bule raksasa mau lewaaat!!




Bangkok

Akhirnyaaaa sampai dengan selamat di bandara SVB. Kemudian kami jalan-jalan cantik ala miss universe habis dikalungin mahkota.. Dadah-dadah slow motion kekanan dan kekiri kali aja ada yang ingat bahwa beberapa hari yang lalu tiga wanita ini pernah ngegeletak-ngampar-dan-gegoleran.

Kalau ada yang bertanya,.. kami mengingap di Hi-Sukhumvit Bangkok. Kami mengendarai bis dari bandara menuju Sukhumvit,, daerah mana pulak itu? Mungkin nggak jauh jarakanya dari Ngadirojo atau Trenggalek.. *woi, itu Jawa Timur kaliii*.

Ditengah perjalanan, tiba-tiba naik seorang makhluk manis dalam bis. Bukan, bukan saudaranya si manis jembatan Ancol. Tapi ada cowok unyu yang familiar kita lihat di iklan pasta gigi Coolgate jaman dulu. Iya, yang ganteng itu. Si cowok berdiri berdesakan didalam bis.. Seharusnya nih bisa ada lanjutan cerita yang bisa terjadi: 
  • Berdiri disebelahnya terus mengendus-endus bagaiamana sih aroma cowok ganteng tuh.
  • Jatuhkan tas ransel didekatnya, siapa tau berakhir seperti di iklan jaman dulu "Kesan pertama begitu menggoda.. selanjutnya, terserah anda". Terserahnya disini moga aja ngga digaplok ama masnyah
  • Jadi cewek tuh harus berani kenalan duluan, tapi siap-siap nyesel kalau si masnyah ternyata 'ngondek'.
Realitanya? Cuma bisa ngowoh ileran sambil berharap besok ketemu di pengkolan gang.


    Malam itu kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Bangkok. Turun dari BTS .. BTS itu apa? Googling disini ya. Pokoknya itu transportasi publik yang jauh lebih beradab daripada transportasi publik Jakarta. Hiks. Eniway.. alias jalannya Eni #again?? #yaoloh_garingnya_sampai_mau_boker , kami berjalan-jalan menyusuri pusat keramaian..  seperti kawasan blok M dimalam hari.. 

    Salah satu kesamaan dengan Jakarta, disini para pedagang kaki lima juga buka lapak DVD bajakan. Apakah mereka juga menjual DVD bokep? Pasti. Termasuk didalamnya tidak memajang cover DVD bokep secara terang-terangan. Tau sendiri kaaan orang Indonesia tuh malu-malu tapi malu-maluin. Mana mungkin gue membeli DVD bokep,,, tapi rental di persewaan VCD? Pernah.


    Kejadian hampir 15 tahun yang lalu, terdapat lima gadis ABG kemruyuk mengintip dari luar jendela rentalan VCD. Begini kronologis beberapa hari hasil pengamatan dari luar luar toko:
    • Hari ke-1. Kelihatan dari luar yang giliran jaga adalah mas-mas,,, ah malu ah.
    • Hari ke-2. Waaaah yang jaga mbak-mbak. Etapi pengunjungnya ramai, malu dong kalau kita yang kayak pelajar teladan ini meminjam VCD bokep
    • Hari ke-3. Ayee, yang jaga mbak-mbaknya,,, Begitu masuk, akting dong lihat display VCD. Mau bilang bisik-bisik. Eh datang orang-orang yang mau mengembalikan film. 
    • Hari ke-4. Yess, sekarang sepi,,, yang tadinya kita lengkap berlima, giliran nanya ke mbaknya, gue nengok ke belakang,,, loh kok temen-temen hilang? Wooo telo tenan, mereka semua pura-pura sibuk sendiri berlagak gak kenal.
    Ketika kami beranjak pulang, ternyata dari dalam toko kita bisa melihat apa yang ada diluar. Sementara diluar harus mengintip kaca. JADI SELAMA INI KELIHATAN BANGET KALAU KITA NEMPEL DI JENDELA MACAM IKAN CUPANG.

    WOn Bin yang kece aja bisa kayak gini.. gimana kami? yang cuakeup-cuakeup banget?


    Intinya, mau kita cuma rental atau beli beneran ke tukang DVD, pasti pecakapan khas orang Indonesia tetap harus pakai bahasa yang berbunga-bunga. 

    Pembeli       : " Eh mas mas ada DVD itu ngga?.."
    Penjual        : " DVD apaan? Maksudnya yang begituan?"
    Pembeli       : " Iya, yang gitu-gituan lah."
    Penjual        : " Ceritanya, embaknya mau cari film yang ho-oh ho-oh ya?"
    Pembeli       : " Ho-oh mas,,, kami mau pinjem film yang ada ho-oh ho-oh nya."
    Penjual        : " Ho-oh ho-oh itu yang bagaimana?"

    ... pembeli dan penjual sama-sama lemotnya....

    Pembeli      : " Itu loh,, yang pokoknya yang semi ya."
    Penjual       : *keluarin pertama*
    Pembeli      : " Bukan, bukan tentang film musim semi...pokoknya yang panas tapi jangan yang close up ya"
    Penjual       : * keluarin dvd selanjutnya*
    Pembeli      : " Bukan, bukan pelajaran elektronika,, akuh nda mau cari film semi konduktor."

    .... percakapan bego ini akan terus berlanjut.. kira-kira akan selesai ketika lebaran kucing...

    Pembeli     : " Mas kita tuh mau cari film yang meningkatkan nafsu."
    Penjual      : " Jadi pokoknya yang ada nafsu hewani membara, tanpa busana, dan panas?"
    Pembeli     : " Benar benaaar.. "

    Akhirnyaaa kelar jugaaaa,,, penonton pun bersoraaaak

    Penjual pun memberikan DVD gambar XXX dengan judul " Making out in the desert"

    Isinya liputan Animal Planet tentang dua hewan sedang main guling-gulingan di padang savana yang panas..

    ....kapokmu kapan?....


    Terus kalau yang di Bangkok bagaimana?

    Kami jarang sekali menemukan display film-film di lapak DVD. Kalaupun ada, paling beberapa biji basa-basi. Hanya ada kertas putih bertuliskan (I have XXX movie). Pokoknya mirip anak kecil yang jual novel buatannya di depan rumah tapi gak ada pejalan kaki yang mau beli, Soalnya anak kecil aneh ini gak jelas sedang ngapain... eh tunggu dulu,, kok familiar? Iya, itu kerjaan gue waktu kecil.


    Bangkok City Tour 

    Rencananya mau lihat pagoda-pagoda dong, selayaknya turis Indonesia... Jadi hari ini kami akan menikmati Chao Praya river cruise menuju ke Wat Po, Temple of Reclining Budha. . Cerita ribet diperpendek dengan melihat foto-fotonya:


    artinya rambu-rambu ini apa ya?
     Dilarang pakai topeng Jawa? sama dilarang liat babi kawin kan?

    bersih ya, kayak pasar Klewer.. yak, cari tengkleng yuk..

    pose gak jelas 1

    pose gak jelas 2.. untung kita semua gak ada yang digelandang ke kapolsek 
    covering album-nya Ratu.. Maia Estehmanis dan Pingkan Mambu


    covering album terbaru miilk Dua Racun.. 

    kayaknya sih artinya "Jangan duduk disini ya neng"




    Selain itu gue juga studi banding kucing-kucing kampung. Dimaklumkanlah ya, gue belum punya anak. Ketika pamit pergi kemarin, gue menitipkan masa depan anak-anak alias kucing-kucing kampung gue ke suami. Jadi sementara, guenya cekakak-cekikikan.. dia dirumah sedang dikintilin kucing-kucing minta makan. 


    "Kembalilaaah istrikuu,,, kembalilaaaah,,, ini kucing-kucingmu nggragas semuwaaak"
    ape lo liat-liat? Jelas dong gue lebih macho




    Malamnya kami main ke Siam Paragorn Mall. Dalam rangka menyambut natal, Paragorn bikin perayaan berupa..... Iyak festival bir,,, Hidih coba di jakarta sudah disweeping FPI barangkali.. 


    Belum familiar ama Super Junior.. tau gitu kan ngepasin datang mereka konser.
    Terus nyanyik,,, "Jemen jebol jemen jebool... Bona mana? Bona mana?"
    *eneng nggak tau Bona kemana bang, kok ngamuk-ngamuk sampai njebolin semen?*

    Nggak bisa liat poster Edward Cullen nganggur
    ...langsung jadi cicak...

    Mbaak..mbaak..nyebut mbaaak

    yakin deh yang jual mirip Takeshi Kaneshiro.. tapi iya, yang difoto permen-permennya .
     Lihat betapa sempurna warnanya, ini semua berkat kegantengan mas yang jual

    Tewe seperti nyium... ituu.. ituu warnanya mirip sama sesuatuh yaa?

    sebelahnya sedang ada festival bir, tapi berdoa tetap jalan terus
    victory dance ala Tewe
    mari kita pemanasan dulu... tariiik,,, tahan.. hembuskan.
    Ayo mbaknya ikutin sayaaah




    Liburan yang menyenangkan Sampai Indonesia kita sudah kenyang... bukan, bukan kenyang pengalaman tapi memang kami disana makan meluluk . Terpenting, tak lupa betis yang diameternya bertambah setengah meter (baca: ini betis gebuk koruptor gue ya). 

    Eya ampun,,, itu roll sisir masih nongol lagi?

    Bunga menulis data diri di buku diary kenangan
    Kata mutiara " Jangan lupakan aku yaa...."
    Gue juga isi buku kenangan. Kata mutiaranya
     " empat kali empat enam belas, sempat nggak sempat harap dibalas"
    Akhirnya di foto terakhir ada formasi kami bertiga lengkap yang agak mbejaji.. makasih mas Komeeeng


    - T A M A T-




    .

    credit images. google images dan dokumentasi pribadi.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...