Kamis, 01 November 2007

Jakarta dan Musim hujannya..




http://www.smileycodes.info  
Bulan ini sudah mulai musim penghujan...
Gw seneng sih sama musim hujan, tapi maksudnya seneng dengan hujan disini dikala sedang hujan, gw membayangkan sedang:

 

  • tidur2an-di-tempat-tidur-empuk-dengan-selimut-hangat-
  • menyeruput kopi hangat-mbelshek di confy sofa-blogwalking atau main facebook di depan laptop
  • duduk di balkon kamar, menikmati air hujan turun di rumput halaman
  • mengamati tetesan hujan di kaca jendela
  • Berjalan waktu senja di jalan beraspal yang lengang dan dingin
  • menghirup bau tanah setelah hujan
  • menikmati dinginnya semilir angin yang menerpa wajah setelah hujan telah reda
  • apalagi diiringi musik instrumentalia seperti ini




  

DOONG..DONG..DOONG..DOOONGGG

Itu khayalan gw, karena pada kenyataannya kalau hujan terjadi di wilayah Jakarta, yang terjadi adalah















M A C E T

gw tidak mau menambah beban hidup dengan menuliskan hal-hal yang menyangkut kemacetan di jalanan seperti

  1. pembangunan Underpass,
  2. pembangunan BUsway (ini seperti proyek kejar setorannya bung Yos),
  3. perbaikan atau penggalian saluran air di jalanan utk mencegah banjir yang (kok ya bisa2nya) dilakukan ketika musim hujan telah tiba,
  4. Bejibunnya pengguna motor,
  5. tingkah laku metro mini atau angkutan yang memang sudah dari sononya adalah raja jalanan.
  6. Jumlah kendaraan yang memang sudah menumpuk dan saling potong-memotong dari hari ke hari
  7. Dan yah, faktor terakhir dan yang sudah umum : HUJAN

Karena hujan sebagai salah satu penyebab kemacetan jakarta, kalau sudah terkena hujan sedikiiiiit saja, gak usah hujan deras atau hujan badai deh..hujan gerimis eh bahkan langit mendung sekiiiiiiit saja..pasti Jalanan sudah macet..

Demikian pula dengan pekerjaan gw di media yang mengharuskan gw harus tetap mobile, visit ke klien (dimana apabila appointment-nya confirm) maka agenda meeting itu tidak memandang apakah langit sedang hujan apalagi macet..

Seperti yang gw alami Jumat sore 15.30, akhir October kemarin..

Meeting ke Sudirman tepatnya di WTC Metropolitan Sudirman, perjalanan menuju kantor itu diiringi dengan gelapnya-langit-yang-seakan-mau-runtuh-di-atas-kepala dan jalanan yang sudah macet berat, dimana ketika macet imaginasi gw yang negative akan bekerja dan mebayangkan hal yang tidak-tidak..

"Baru mendung aja jalanan udah macetnya kayak gini, gimana kalo nanti udah ujan deras ya..?"

* intermezzo : meeting sudah berjalan, dan proses maupun hasilnya seperti apa, sptnya tidak perlu gw jelasin disini..*

Jumat magrib, 18.00, masih akhir oktober kemarin..

Keluar dari kantor di kawasan Sudirman spt yg telah gw sebutin diatas, berjalanlah gw ke arah lobby..ya Olooooh, memang sih, sepertinya hujan baru saja selesai..langit juga tidak segelap dan se-mau jatoh sperti tadi sore...hanya masih hujan rintik-rintik...tapi pemandangan yg gw dapatkan di jalan Jend. Sudirman yang notabene adalah Jalan utama di Jakarta adalah


MACET TOTAL..!!!

Hhhhhhh...setelah kontak-kontakan dengan my hubby, sepertinya akan sangat menyiksa sekali bagi dirinya yang jalan dari arah Pondok Indah - untuk ke Sudirman - dan kemudian balik lagi ke Ampera Cilandak..

Satu-satunya transportasi yang memungkinkan di tengah kemacetan ini adalah BUsway..tapi jam-jam macet parah seperti itu, pikiran negative gw kembali bekerja dan seperti dugaan gw, ketika gw melihat ke arah halte Busway...OOOh tidak, pemandangan yang gw liat di antrian di jembatan penyeberangan adalah orang-orang sudah mengantri membeli tiket busway seperti layaknya deretan semut yang antri untuk mendapatkan jatah minyak tanah (entah apakan semut perlu minyak tanah atau tidak) dan yang lebih parah lagi di dalam halte busway (dan juga di dalam busway-nya itu sendiri) Orang-orang tamppak pulang ke kantor berdiri kelelahan dan berdesak-desakan seperti ikan sarden...(yang mana setau gw ikan sarden dalam kaleng pun tidak seberdesak-desakkan seperti itu)

Akhirnya sambil menunggu my hubby sampai ke Blok M mall (tempat pemberhentian halte busway terakhir) dan gw sepertinya tidak ingin mati konyol ikut berdesak-desakkan dengan para rekan sejawat yang ingin menggunakan busway..mumpung gw ada di dekat Ambasador, akhirnya gw memutuskan untuk mampir sebentar ke ITC Ambasador sekedar untuk berjalan-jalan hunting DVD terbaru..

Selain busway, ada alternative transportasi penyelamat gw, namanya : OJEG




Karena abang Becak sudah tidak ada lagi, maka kupanggil Abang Ojeg..setelah transaksi selesai, maka melajulah kita ke ITC Ambasador dengan selamat..Sesampianya disana, gw berjalan-jalan dan dapat membeli beberapa benda yang gw rasa worth-it untuk di beli ITC Ambasador. Kira-kira 30 menit gw rasa sudah cukup, maka gw putuskan untuk kembali ka ranah perjuangan gw untuk pulang yaitu Halte Busway Karet






 

http://www.smileycodes.infoKembali gw menggunakan alternative transportasi penyelamat gw seperti sebelumnya...ABANG OJEK...(motor ojeg-nya, bukan abangnya)

Setelah melalui transaksi yang lumayan alot, akhirnya kita mencapai kata sepakat untuk mengendarai ojeg tersebut (kita namakan Abang Ojeg A) ..mungkin karena ini di Jakarta dan bukan di daerah Jawa yang mewajibkan pengendara memakai helm, maka gw diharuskan mengenakan helm kecil supaya si abang Ojeg A tersebut tidak ditilang polisi...

Selama perjalanan, banyak sekali hal yang gw pikirkan dan lakukan untuk membunuh rasa bosan karena macet..mulai dari pikiran2 yang berkecamuk di dalam kepala gw (yang juga seperti sebelumnya, tidak perlu gw tulis kembali), percakapan2 kecil dengan si Abang Ojeg A ..yah biasalah mulai dari menawarkan transaksi terbaru untuk minta diantar sampai Blok M yang mana dengan sukses gw tolak karena rate-nya tidak oke..sampai dengan percakapan gak penting seperti berapa omset jadi tukang Ojeg di Jakarta..

Sepertinya aku telah lelah, tapi secercah harapan telah gw dapatkan.. yaitu antrian halte busway tampak sudah menipis tidak seperti semut, Antrian hanya masih banyak tapi lebih untuk mereka yang ke arah Mangga Dua - Kota, dan yang lebih membahagiakan gw adalah busway-busway yang melaju ke arah Mangga Dua sepertinya sudah tidak seperti ikan Sarden..

Setelah sampai di bawah jembatan penyeberangan busway..

...dengan semangat gw turun...

...membayar si Abang Ojeg sekaligus memberi tip...

...si Abang ojek memanggil-manggil gw beberapa kali...

...kukatakan padanya bahwa kembalian tadi sekalian buat dia aja..(yg sudah berbaik hati hujan2 mencari ojekan)...

...Dengan semangat pula gw ingin bergegas naik ke atas Jembatan, ..

...aku diburu oleh waktu, karena my hubby sudah menantiku di terminal busway Blok M..

...tidak kuhiraukan si Abang-Abang Ojeg yang mangkal di bawah Jembatan yang (sayup-sayup terdengar) sedang memanggil-manggil gw..paling juga mereka menawarkan Jasa ojekan...

Dalam pandangan mata gw, Semua orang yang berpapasan dengan dgn gw juga diburu2 oleh waktu..Jadi kita hanya saling menatap dan terus berjalan...




...Dan kusadari bahwa helm si tukang Ojeg masih bertengger di kepalaku..




eh salah, gak mungkin gue sekece ini


eh ini lebih salah lagi


..Damn...

tengsin, (damn)...
turun jembatan lagi (damn)..
berpapasan dengan Abang-abang Ojeg yang memanggilku tadi...(damn, pada ketawa2 lagi)...
Dan si Abang Ojeg A, masih setia nangkring di atas motornya-dibawah jembatan layang-tersenyum mesra - menanti helmnya kukembalikan...

*Saat itu ingin tenggelam ke bumi*


 

7 komentar:

  1. hahaha onenk...masa lo ga ngerasa di kepala lo ada sesuatu yang bertengger gitu sih?

    BalasHapus
  2. huahuauauhuhauhuahuahuhauhuahuahuahuahuhua..kacoo nenk..nenk...

    BalasHapus
  3. huahahahahaaa...endingnya lucu...hehe (dikira ini cerpen apah?hehe

    BalasHapus
  4. Ini akibat kebanyakan pikiran In..a.k.a sutrisnawati..

    BalasHapus
  5. ini compliment apa complain ya NUng?..hehehehe

    BalasHapus
  6. nadia & Tessi :

    I Think, I need holiday hahahahahahah....bisa2 radang memori nih gw...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...