Selasa, 09 Oktober 2007

Childhood : Eps : Aku Neleeen duuitt..


Dalam perjalanan menuju kantor di pagi hari, gw lumayan rajin mendengarkan radio. Hanya permasalahannya, channel radio di mobil hanya bisa menangkap frekuensi ganjil, dan sedihnya diantara frekuensi2 ganjil itu yang tertangkap adalah:

  • radio2 berita
  • radio yang mengabarkan trafic jam jakarta di pagi hari
  • radio lagu mandarin (kalo lagunya masih top 40 sih gak papa, masalahnya ini lagu2 cina spt jaman kejayaan komunis tahun 60an gitu..)
  • Woman radio buat ibu2 muda (cerita ttg perkembangan anak, tips2..)
  • Kiss fm yang seakan membawa gw kembali ke tahun 80an,
  • radio2 dangdut dgn penyiarnya yang sgt bersemangat (“ Nyeeaakk Baabyee...Encyeaang Encyeiiing..Si Entiees dari Jagakarsa minta lagu neeech ..lagu dangdut berikutnya apaan niiy byaaang??..” Dan gw yakin bgt kalo yg bicara itu Mpok Atik..dengan suara seraknya, yg berteriak2 bikin pengaang..)
  • radio yang ngomoooong terus, nada datar tanpa intonasi tapi berita gak jelas

Anihooooow...diantara ke-basi-an channel radio frekuensi ganjil tersebut, yg paling lumayan adalah U FM. Padahal kalo mau dirunut, pada jam pagi itu kadang2 penyiarnya membawakan topic dengan garing, dan yah sering bgt deh slot bicaranya diisi ad-lips...(bukan maksud mengkritik, krn walaupun garing toh gw pun selalu memasang channel ini)

Sebenernya bukan tentang channel radio ini yg pgn gw certain, hanya saja cerita tersebut ada hubungannya dgn yg pgn gw tulis saat ini.. Dimana salah satu topik yg menarik adalah ketika mereka membahas tentang Hal2 atau benda2 yang mengiringi tumbuh kembang kamu sewaktu anak2... Nah dari SMS yg masuk ke radio itu memang banyak sekali yg membuat gw jadi flashback kembali ke 20 tahun yang lalu semasa gw tumbuh kembang (ya oloooh 20 tahuuun???)



Pernah gak teman2 mengingat kejadian2 di masa kecil, spt apa yg menjadi kegemaran atau kejadian aneh yang pernah menimpa teman2… Nah, gw pengen cerita2 hal2 tsb diatas sebatas yg masih mampu diingat oleh memori otak gw, dimana sepertinya kapasitasnya terus mengalami degradasi dari waktu ke waktu.
BUkan utk narsis (krn gak ada hal yg bisa dinarsisin..) Gw cuma pgn menulis ini sebagai memorabilia daripada kalo2 nanti gw keburu lupa sama sekali kan? (kali aja bisa buat warisan cerita ke anak cucu):



Era tumbuh kembang di Flores

 
Errrmmmhh,,,iya teman-teman, saya lahir di Flores, 13 Desember. Bayangkanlah dengan Tempat tanggal lahir seperti itu, perlu nyaris dua dekade bagi gw untuk menerimanya dengan lapang dada.

Jadi ingat, waktu zaman sekolah dulu pernah terjadi percakapan gak penting dengan Ibuku :

Akyuh     : " BU, Akte kelahiranku beneran nih di Flores? mana tanggal 13 lagi,, Gak salah nih BU, coba ingat-ingat lagi BU, kali aja, waktu itu sebenernya aku lahirnya di Ostrali ,, ganti akte aja Buu,,yah,,yah,,"
Ibu     : * Ibu memberikan tatapan anakku-sedang-kesambet-opoo-meneh? " Ostrali ko ngendii? Nglindhur? Akte lahirmu ya wis bener ngono,,, Nama RESTU ndapetnya ya dari di floRES dapat anak saTU"
Akyuh  : " eeeehlaaadalaah begituu to?" (apakah ternyata orangtuaku memang kreatif, atau mungkin sebenarnya itu jawaban yg spontan dilontarkan daripada anaknya ngambek terus nggantung di pohon toge? entahlah)

Oke, jadi selama di Flores ini,, kenangan apa yah yang paling membekas? :
  • . . .
  • . . .
  • (berpikir keras) sptnya yg hanya bs gw ingat, di flores selalu gempa melulu deh



Era tumbuh kembang di Ambon (4-6thn)
 
Dikarenakan tugas Bapakku yang sering berpindah tempat, sehingga pada masa balita kami sekeluarga melabuhkan diri di propinsi Maluku tepatnya di Ambon (atau Paso? lupa-lupa ingat juga).
Kenangan yang paling membekas diantaranya:

  • sering bisulan yg tumbuhnya tidak pernah lihat lokasi (iyuuuughhh..)
  • Setiap malam, Rumah selalu penuh dengan warga kampung yg ingin menonton film dari video Betamax,.
  • Gw sering ikut kakak2 gw bermain di sungai deket rumah yang airnya sangaaat jernih dan bahkan saking jernihnya, kita dpt melihat puppy manusia yg segedhe tangan numpang lewat sementara kami bengong menatapnya..(Iyuuughh)
  • Berenang di laut lepas hanya dengan ban pelampung (seruu!!) .
  • Dan yang paling aneh, pada saat itu entah siapa yg mengajari, tanpa sepengetahuan semua orang tiba2 gw punya hobi main uang logam. Bukan, bukan untuk belajar menabung tapi untuk dikulum. Iya, dikulum,, itu ngemut duit Rp 50-an ,,, HYAAAA AMPUUUUNN NGEMUUUT DUUUIIT?

(Oke, memang gw jorook jadi jgn ditiru yaa). HIngga
pernah pada suatu hari gw punya cerita,, Pada suatu sore, gw sedang sibuk berkomat-kamit meng-emut salah satu koin Rp 50 perak sambil nonton video di rumah tetangga. Ditengah2 acara, sepertinya ada hasrat yang mendorong gw untuk mendongakkan kepala diatas ,, seakan-akan ada yg membisikkan di telinga bahwa dilangit-langit itu ada dua cicak sedang gladi resik latihan balet :P ..

Yah
oke, seperti sudah bisa ditebak, maka tertelan lah itu koin itu AAAAAARRRAGGHHH,,, Gw jd tidak bisa berbicara,, tidak bisa menelan, apalagi mengeluarkannya huhuhu.. Rasanya seperti biji kedondong yang nyangkut di tenggorokan. Dengan adegan slow motion, gw berlari pulang diiringi angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah, dan air mata pun menetes di pipi ...

http://www.smileycodes.info



Kembali ke rumah

Akyuh          : "ERREBRUUU..ERGGR..ARRGGHRGKS (mimik seperti menahan pup, gw menangis, mengadu sambil menunjukkan kondisi tenggorokan)
Ibu                    : " Kamu kenapaaa? Makaaan apaa Nduuk?...Keseleek apaa” (Panik)
Akyuh       : "ARGRRGHKOOH NHHREELLEERRGHN OOOUUWAANGRGGG .." (berusaha menceritakan kronologis kalo ketelen duit)
Ibu                   : “ KAMU KEECEKEEK SALAAK” (Ibu tau gw menelan sesuatu)
Akyuh      : "ERGGGKC..HOOO-OOOOH ARRGGHRGKS" (manggut-manggut, geleng-geleng, meraung-raung)
Tetangga 1      : “Kauu telan kelereng naak?” (dgn logat amboon yaa..cateet)
Akyuh              : "AARRHEGRHJK..NGGAAARRGRGKS" (ini sudah pakai bahasa monyet)
Tetangga 2   : “OOOO.. Saya tauuuu!! Itu anak, sudah kemasukan jin pohon belakang kaauu punya rumah..”
tetangga 3      : “ Tidaaklaaah sepertinya, dia anaaak tadii makan batuuu..”
Akyuh             : "EGRHJK..ERGGRHHGKC..ARRGGHRGKS" (muka gw merah biru)


 
http://www.smileycodes.info *tiga menit berlalu..gw sudah mati gaya memperagakan kronologis kejadian, sementara mereka masih meributkan penyebab yg terjadi,,, HUOHOUHOHUOHOUHOU eh tapi ngomong-ngomong, Ibuku tadi hebohnya sampai dimana ya? *


Setelah mengetahui apa penyebabnya, dengan semangat gotong royong, para tetangga dengan baik hatinya berbondong-bondong datang ke rumah baik itu yang memang ingin menolong gw, datang ke lokasi TKP, atau cuma pengen tau ada breaking news apa lagi kali ini,,, cih gak sekalian aja para pedagang Teh Botol dan Gerobak nasi goreng dadakan sekalian bikin pasar malam yah:

 
Tetangga 1    : *memberikan pisang * (gw muntah)
Tetangga 2   : *memberikan air* (dengan harapan bisa nelen tapi yg ada gw muntah dan tambah kenceng tangisannya)
Tetangga 3   : * memberikan apel * (apalagi ini, mana bisa neleeen tantee...)
Tetangga 4   : * menepok2 punggung gw* (emangnya gw cegukaaan?)
Dukun nyelonong :* menggumam2 gak jelas, katanya sih doa usir jin* (WHHAAT?)
Pastur dan suster : * baca alkitab* (tetap aja itu koin kutu kupret tidak mau keluar juga)



Setelah berbagai macam cara mereka usahakan untuk membuat koin itu keluar (atau kalau gak, sekalian aja laah koinnya ketelen ke perut, daripada nyangkut di tenggorokan) ternyata berakhir gagal.. akhirnya Bapak dan Ibuku (dgn diiringi rombongan tanjidor para tetangga kampung gw) membawa gw ke dokter di Ambon,
http://www.smileycodes.infoSampai di Ambon, dokter paling canggih (pada saat itu) pun angkat tangan menyerah dan menyarankan gw untuk dioperasi di Ujung Pandang . Kenapa sampai harus ke Ujung Pandang, karena fasilitas operasi di Ambon masih belum bisa. HHHHHH Ccaapeee deeehhh...

Besoknya rombongan kecil ini pun diterbangkan menuju Ujung Pandang. Selama perjalanan itu, gw hanya bisa menangis-ngileeer-tertiduur-mangap-ngowoh-lalu-bangun-lagi, menangis-ngiler-tertidur-mangap-ngowoh-lalu-bangun-lagi begitu terus sambil berusaha menahan lapar. Perjalanan terasa sgt panjang karena dengan adanya koin di tenggorokan,, membuat gw cape, ileran, lapar tidak bisa bicara, tidak bisa makan dan tidak bisa minum atau menelan apa2 ,, malah zat ptialin-ku sangat bersemangat untuk berproduksi menghasilkan air ludah yg sangat berlebihan,,,


http://www.smileycodes.infoSampai di Ujung Pandang (saat ini Makassar. red), ketika turun di bandara, dengan bahasa isyarat perpaduan antara Tarzan dan Monyet gw bilang ke Ibu bahwa gw lapar. Ibu tidak dapat berbuat apa2 selain hanya miris menyaksikan anaknya yang udah-kurus-item-keriting-mukanya-penuh-dengan-ileeer-semua-pula......


http://www.smileycodes.infoSingkat cerita gw pun menjalani operasi (pergolakannya maah gak usah diceritain yah). Beberapa jam kemudian, akhirnya gw sadar (TERIMA KASIIIH YA TUHAN, AKU MASIIIH DIBERIII IDUUPP) ...

Gw terbangun di kamar rumah sakit, bangsal anak-anak yang bahkan gw tidak sempat berkenalan dengan room-mate gw.. Kemudian datanglah si suster membawa koin gocap konyol yang dengan sukses berhasil dikeluarkan dari tenggorokan.. Yah, gw sih lupa uangnya kayak apa yang pasti gw ingat UANG ITU MENGKILAP SEPERTI UANG BARUU.. (padahal waktu ditelen, kondisinya buleeghk bin dekil ..)


Begitulah ceritanya, hikmah dari ini semua,, mungkin ini peringatan supaya jadi anak tidak berkelakuan yg aneh2, dan paling tidak gw dapat beberapa pengalaman berharga :
  • Pengalaman pertama kali dengan kesadaran penuh gw Naik Pesawat terbang (walau gak dinikmati, karena ileraan melulu)
  • Pengalaman pertama kali gw Operasi dan satu-satunya selama hidup (Operasi ngambil duiit? Gak keren amat..)
  • Pengalaman pertama kali travelling ke Ujung Pandang (yah elaah ..cuma numpang lewat buat operasi gitu?)

- to be continue -



16 komentar:

  1. huhahahahahaha... sangat menghibur mbak Dew, di sela-sela kegaringan menanti kerjaan... huahahahaha. (ups, takut kualat gara2 mentertawai insiden Mbak Dew tertelan koin gocapan, dikira lagi acara Reog apa yah,,huehehehe)

    BalasHapus
  2. Ya ampyunnnnn wiiiiii! Wakakakakaakakk...., lucu banget siy crita loe! Mbo jadi anak tuh jangan aneh2 toh... Masa koin dimakan!? Turunan alien apa lu? Kekekek... Trus koin--nya masih disimpen gak wi? Harusnya disimpen tuh wi, dan critain ke anak loe suatu hari nanti... (tapi nanti anak-anak loe malah nertawain loe ya? buset ibu gwa aneh2 aja...) kekekek... Piss yo!

    BalasHapus
  3. onenk...waloun gw sepertinya udah pernah baca blog lo yang ini di fs lo, tapi gw teteup ngakak pas membaca ulangnya..hihi.
    Kalo gw pernah nelen permen karet pas kecil...dan takut banget perut gw lengket2 karena permen karet itu...norak ya

    BalasHapus
  4. syukur deh Tes, kalo bisa menghibur...amiiin dapat pahala..(sigh)

    BalasHapus
  5. dulunya disimpen sih Chi..secara terpana karena koinnya bisa kinclong gitu, tapi seiring berjalannya waktu, dan kepindahan gw ke jawa, jadinya koinnya ya udah raib entah kemana...

    anak cucu gw udah cukup deh baca postingan ini..hueheheheh

    BalasHapus
  6. iya..secara blog di fs dah luaaamuaaa bgt gak keupload, (karena keenakan fokus di MP) jd pgn menuhin isi blog mp dari fs ajaaah, menuh2in isinya hehe.....

    Iin, permen karet masih lumayan..kakak gw malah pernah nelen biji jeruk banyak bangeeet, dan baru berhenti setelah dibilangin kepalanya bisa tumbuh pohon jeruk...

    BalasHapus
  7. kemarin pas reunian keluarga setelah acara nikahan kakak gw, kita semua lagi mengenang kenakan dan ke-katro-an kita pas kecil. Nah, nyokap cerita kalo dulu gw juga pernah nelen biji anggur trus nangis sampe sengaja muntah2in .....karena ditakut2in tante gw kalo nanti perut gw dipenuhi akar pohon anggur (secara waktu kecil ga tau pohon anggur kayak apa)...dasar kempy banget ya....

    BalasHapus
  8. Hahahhahaa...tuh kan, jadi gak cuma gw aja yg kacau..semua anak kecil pasti pernah mengalami kejadian menelan-sesuatu-benda...

    btw In, bukannya biji anggur memang ditelan ya..kok gw kalo makan anggur sering gw telen aja tuh bijinya tapi udah dikunyah krenyes2.. (ya kalo gak males, baru dilepehnya..)

    BalasHapus
  9. nenk...biji anggur mah ga bisa ditelen kalee...kalo buah markisa emang bijinya sekalian disslreerp alias ditelan semua..makanya gw ga bisa makan buah markisa, tiap ngerasa nelen bijinya gw lepeh mulu...jadi ga ada yang kemakan deh markisanya hihihi kempy

    BalasHapus
  10. baru baca ini, sori boo gue ngakak jadinya. hueheheheh

    BalasHapus
  11. wakakakkk...kita senasib dulu yak! kalo gue bukan koin 50 bu....tp yg cepek! hahaha...ga sampe dioperasi si...cuman dipukul tengkuk gue sama bokap sampe pingsan! kejam ya! tapi akhirnya tu koin nongol juga dari tenggorokan gue!hahhaa!!

    BalasHapus
  12. heheheheheeh.. tak apa2 hihihi,,,

    BalasHapus
  13. huahahhhahauahuahuahauhahhahahahahahaha...ternyata yg punya nasib nelen duit nyankut di tenggorokan gak cuma gw? kirain yg punya hobi aneh *dan jorok* cuma gw,

    buset koin 100 kan diameter nya lebih gede dibanding 50?
    wah, teknik yg sangat canggih,, untung gak kepikiran ama orang2 sekampung gw, kalau pada ngerti caranya, bisa2 gw jadi o0bjek praktek puluhan orang keok beneran dah gw hihihi....

    BalasHapus
  14. mantap apanya? ketelen duitnya hahahaha? thank you anyway,,

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...