Kamis, 02 April 2015

Jerapah Keriting mau pindah lapak..


Adalah pilihan kata perpisahan yang tepat, kalau yang menyapa pertama kali adalah si ganteng mas Tom Sturidge..

.. oh HAAAAIII JUGAAAK MAAASEE!!..

Begini ceritanya ... setelah mendengarken, mempertimbangken, membahasken, mengunyahken dan merenungken, akhirnya aku putuskan untuk pindah ke lapak kontrakan baru. 

 Kenapa pindaah? Yah, ngga papa juga sih .. Dasarnya aja aku ngga bisa multitasking pengen ke sana atau tetap di mari.. Jadi daripada harus membuat blog baru lagi lebih baik hijrah sekalian saja.



..rombongan bedhol desa.. majuu jalan..



Selanjutnya, secara resmi.. saya sudah tidak menulis di sini lagi ya.. tapi akan pindah ke..







 Isinya masih Jerapah Keriting yang sama kok, hanya pindah domisili saja.. Anggap aja sewajarnya kita pindah ke tempat tinggal baru, mau di ujung Papua, Aceh atau di luar negeri kalau pup masih ngeden juga kan? Nggg.... *yasutralahya.. ini sedang melucu walau tidak lucu aja kok*

Intinya ini hanya melanjutkan perjalanan hijrah isian blog sampai menemukan rumah yang nyaman. 

Kenapa wordpress? Soalnya ternyata utak-atiknya sudah sedikit ramah.. tidak seperti dulu yang rasanya pengen banting-banting laptop.. tapi sayang ah, nanti rusak.. jadi banting-banting cucian aja..

Makasih ya Blogger. Kau sudah memberikan banyak warna indah dalam hal 'penyampahan' pikiranku yang sudah kepenuhan ini.

Sampai jumpa dan semoga kita bisa bersenang-senang di sana ya. Maksudnya bersenang-senangnya yang gimana?

Yang begini?

... IYAAA KAKAAAK...

Rabu, 25 Februari 2015

Menggambar lagi yuk...

.. SELAMAT TAHUN BARU 2015..

Ish.. lama banget ngga ada postingan baru, tau-tau sudah akhir bulan Februari aja. Gak papa lah ya dapat basian ucapan selamat tahun baru dari saya si blogger pemalas ini..

Habisnya.. waktu yang tersisa untuk menulis biasanya tengah malam sambil terkantuk-kantuk di depan komputer. Loh, hare geneee? Kan bisa lewat cellphone.. Percayalah masberoh mbaksis pakfader dan bukmader, aku sudah pernah mencobanya.. Tapi ternyata gue masih konvensional, alias masih mencintai bunyi ketikan keyboard di laptop. Sebenernya sih alasannya karena mengetik di layar cellphone itu seriiing banget berakhir dengan typo. Ya begitulah kalau kau mengetik dengan jari-jari semantap bogem mentah dari kawanan lengkoas dan jahe.

Beda rasanya kalau mengetik di depan layar komputer. Kenikmatan mengetik itu selain jari jari ini bisa menari dengan kecepatan kilat, tapi bisa dilakukan sambil multitasking. Walau multitaskingnya bukan sambil masak atau nemenin kanjeng kangmas Aidan main, tapi sambil geleng kepala ke kanan ke kiri, angkat bahu, mengunyah atau sambil naikkin kaki dan ngelipet kaki (wow! Aku sudah berolah raga.)

Begitulah, karena harus mengetik kala tengah malam.. tau-tau sudah pukul 01.00 dini hari... dan gue belum tidur.. kemudian terbagung dengan kantong mata yang tidak bisa dibedakan dengan pantat siamang.


Sudah curhatnya? sudah kakaaak...

Jadi... sekarang ini aku cuma pengen nulas nulis yang ngga penting aja ya *kayak selama ini penting banget yah* :
  1. Blog ini sudah ganti template design. Yay. Lumayan ada pemandangan baru.
  2. Eh tadinya gue ingin mengubah nama blog loh.. Iya si Jerapah Keriting ini. Habis bagaimana ya, itu kan dulu.. kalau sekarang kan akiyuh sudah anggun mempesona lebih mirip Babon Bison Bondhol gitu deh.. Oh tunggu dulu apa itu saja ya namanya? Ah ayolah lebih serius. Iya seserius mengungkapkan siapa jati diri gue yang sebenarnya. Misalnya bagaimana kalau ganti nama domain menjadi TitisanDianSastro.com, atau SebenarnyaAkuRaissa.com? Ha? Haa?

... nyebut mbak, nyebuuutt....

noh diketawain sama jerapah nangkring


Beneran ini serius mau ganti nama? Entahlah, paling juga si Jerapah Keriting ini masih bertengger di atas sana. Mungkin ini lebih karena perjalanan spiritualku mengunjungi blog-blog lain di luar sana ~~eciye spiritual~~. Beneran! Begitu banyak blog keren-keren yang berguna bagi saya, emak-emak, yang tiap mau cari informasi pasti buka internet,lain..

Gue suka takjub ketika membaca blog keren punya orang lain.

Begini mikirnya : KOk blogger-blogger lain di luar sana sangat menginspirasi sekaliii ya? Baik itu yang informatif atau kepintaran menulis dan menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka.. Belum lagi foto-foto mereka yang membuat gue melihat hasil jepretanku dengan nelongso. Jadi blogwalking itu membuat gue jadi tertampar-tampar atau manggut-manggut setuju kemudian menatap merana ke tulisan sendiri..

Kemudian membaca ulang apa yang ada di sini membuat gue berpikir. Selama ini nulis apaan ya?
 
si babon bison bahenol ini.. *loh katanya bondhol* sebenarnya mau gue spesifikasiin sebagai blog apa? Selain jadi baskom curhatan cerita kehidupan yang sepertinya hanya gue dan Tuhan yang tahu.. (oh ditambah sekarang teman-teman yang membaca ini), gue berpikir apa sebaiknya gue menspesiifikasikan blog ini sebagai: 
  • Blog Parenthing? Haiaaaaaa.. as a stay house parent, gue merasa jauuuuuh banget dari mami yang ideal buat si Ottoboy.. Meliat ke belakang postingan tentang parenthing hanya sebatas betapa nestapanya dulu waktu jadi emaklebay.   
  • Foodblogger.. Gue termasuk satu dari sedikit orang yang suka foto makanan atau mencoba menu-menu baru. Masak dan posting resep sendiri? Cuma pernah posting SATU resep masakan aja udah bahagia haha. Iya gue masih lebih tertarik melihat blognya mba Endang di sini sih daripada posting hasil masakan sendiri.. 
  • Travelling.. Orang perginya kapan, ditulisnya aja bisa berabad-abad kemudian mana pula itu bisa disebut traveller blogger.
  • Fashion atau Beauty blogger. hahahahHAHAHAHahahahah *keluh*
Jadi yah.. campur-campur lah yang ada di sini, namanya juga sedang berlatih menulis yakaan.. jadi tulislah semua yang ada di pikiran kita.

Ngomong-ngomong soal latihan.. Kapan terakhir kali menulis tangan? Eh iya lo, tulisan tangan gue yang dulu jelek, sekarang makin buruk rupa ajah.. Ternyata semakin lama tangan ini tidak dipakai untuk menulis, semakin kaku rasanya ya..

Begitu juga dengan menggambar.

Gue ingat, waktu kecil dulu, bersama sahabat Deasy ~~yang sedikit banyak cerita dengan dia ada di postingan yang ini~~ kami sama-sama punya hobi menggambar. Dan seperti sudah bisa ditebak, kebiasaan menggambar ini, terkubur seiring dengan berjalannya waktu.. Sampai dua sahabat SMP kesayangan akuh +Sekar Wangi dan +Pradani Diah membuat gue kembali menggerak-gerakkan jari tangan yang sudah jompo ini untuk menggambar kembali. Ah senang sekalii....

Please tolong jangan bandingkan dengan mereka yang sudah wuaaaauuuww wuaaauuuu begitu.. Jaoh maak, jaooohh...

Gambar coret ini masih sangat amatir kalau dibandingkan dengan komikus dan para ilustrator lainnya yang usianya mungkin separuh lebih muda dari usiaku.. HUWAAAA MEREKA KEREN SEKALI.. Apalagi digital art? Hiks, photoshop yang paling basic aja aku belum bisa..

Tapi gue ngga menjelek-jelekkan hasil gambaran gue.. Karena dengan latihan dan melihat tutorial di youtube, paling ngga sudah mulai kelihatan hasilnya. Alias mau menggambar orang, bentuknya ngga kayak trenggiling kesetrum ajah.. 

Iya. Ternyata. Kata. Kuncinya. Berlatih..


..kembali bikin storyboard setelah satu dekade lamanya..
yang diposting ini lagi.. ini lagi
.. kalau ini hasil mewarnainya Aidan.. Iya go-green alias ijo semua..

Sophia the first edisi Avatar,, alias biruuu semua

cuma paling lama 10 menit antengnya..



Udah begitu aja, kesimpulannya, marilah kembali si Jerapah Keriting ini dengan diary onlinenya. Iya gue sudah selesai dan membiarkan isi blog ini berjalan terserah dengan apa yang ada di kepala ini.. 

Eh sebenarnya blog ini bisa jadi informatif juga kalau gue membagikan cerita dari orang-orang terkenal, misalnya. Pada ngga tau kan kalau gue punya informasi rahasia tentang kesamaan antara Syahrini dan Kim Kardashian..

Ngga percaya..

Tau nggak kalau sebeneranya mereka berdua itu....

*langsung pada semangat dan bisik-bisik*

Apah-apah? Lesbong, bersaing, terlibat hutang piutang? Kepergok nguntit tukang sayur..

Bukan..



Mereka kalau pup ternyata.. ngeden jugak.

...BHHAAYY...

Selasa, 23 Desember 2014

Ngomongin Suami..


.. rombongan bebek majuuu jalan..
(gif. ini terlalu lucu untuk tidak diposting)

Haa.. saya datang lagi!! (bawa kemoceng beberes blog yang mulai banyak sarang laba-labanya)

Tuh kan kumat lagi malasnya, soalnya bulan-bulan kemarin lagi sibuk nonton The Walking Dead.. Alasan yah, padahal malas mah malas aja. Nah kalau lagi gitu kerjaan gue cuma buka tutup blogger dashboard terus ngikik-bengong-heran liat search keyword yang berakhir nyasar ke tempat ini. Bukan, bukan tentang drama Oh Mama Oh Papa, resep Baked Potato abal-abal ataupun tentang kucing.. tapi ini loh, ada beberapa pencarian yang membuat gue bertanya "Kok bisa..?". Nih ya sedikit diataranya yang masih tersisa: 
  1. apa arti pepo memo.. (Mbaknya masnya, tolong diperhatikan atuh kalau Ibu Ani Yudhoyono sudah posting foto instagramnya)
  2. artis bokep Pacitan (HEH.. cari yang porno melulu! Kau anggap SBY itu artis apa? Eh Pak SBY artis kan? Beliau kan mengeluarkan album-album lagu, jadi sudah masuk jajaran artis dong ah...)
  3. artis trenggalek cantik semok (Ini siapa sih yang dimaksud? Kalau ketemu kasih tau ya)
  4. bokep bombai jepang
  5. artis jepang telanjang
  6. foto miyabi nungging semua
  7. foto miyabi telanjang

... EMANG SELAMA INI AKUH NULIS STENSILAN APAAN??..


Ya begitulah, jadi setelah mengecewakan para netizen yang tidak menemukan apa yang mereka cari, mari kita mulai bercerita lagi..  

Cerita apa lagi ya?

Eh... sekarang kita nggosipin suamik aja yuuuk? AYUUUUK *langsung bisik-bisik* *ada apa dengan suamik* *suami siapa ini?* Iyee iyee, ini suamik aku.. suamik siapa lagi emang? Sudah lama khaaann tidak bercerita tentang beliau, terakhir kali itu waktu iseng cari nama untuk anak perempuanku.

Tapi jangan berharap dapat cerita yang panas-panas lagi ya.. kalau mau yang suwiwit suwit dan ho-oh ho-oh dipersilaken mencari ke bagian novel Harlequen.. Kalau yang ini mah, boro-boro romantis bhuuhuu.. Rombongan mantan artis? Bukan.. Mungkin lebih tepat rombongan pagar betis...
  
  • Sampai kapan suamik itu bisa menebak apa maunya istri?
Percakapan ini terjadi pada bulan februari 2009. Saat kampanye pemilu, masa dimana pohon-pohon dan jalanan menjadi korban sasaran vandalisme oleh penampakan wajah-wajah penunggu pohon eh salah maksudnya caleg legislatif.. Bagus kagak, nyebelin iye.. *sorry not to sorry*

Siang hari yang mendung, suamik sedang leha-leha nonton serial silat cina tahun 80-an.. Itu looo era-nya Kwee Ceng dan Bibi Lung.. Kan sayah belum lahir kaan bo'ong dhing.. Terus apa gue ikutan nonton? Ya ngga lah haai.. kita mah angkatan dorama Jepang sama drama Korea (dan untungnya ngga sempet terseret sinetron India).. Jadi sambil menemani suamik, gue ym-an dengan teman kantorku, Maya..

Sembari chatting..  

Gue       : " Eh mas, enak deh si Maya lagi nyalon dia.." (biasa, ini modus)
Suamik  : " Waah selamaaaat, canggih! Aku pikir suaminya yang nyalon."
Gw          : " Yang bener tu ya istrinya yang nyalon, suami nemenin.."
Suamik  : " Nyalon dari partai apa?"
Gw          : " Nyaloooon di salon mas.. Salooon Jhony Andrean, ..."

.. udahnya ngga dianter ke salon, ngga ngerti pulak..
 
  • Gue Anak nongkrong MTV . Suamik? Anak nongkrong.. depan mall
Usia gue dan suamik terpaut beberapa tahun.. dan mengingat suamik bukan tipe anak ghawwooll ghellaa di masanya, jadi gue tidak berharap mendengar cerita masa mudanya yang gunjreng-gunjreng.. Apa itu gunjrang-gunjreng? Ya pokoknya begitulah... 

Pernah kita membandingkan 'pergaulan' kami kala remaja. Sampai gue sadar (iya suka lupa) ternyata dia berkuliah di Bandung.

Eh.. Bandung yang terkenal dengan anak muda yang cakep dan gaul pakai banget itu? Iyaaa.. Bandung yang itu. Tenang aja, selain gue yang heran, kadang dia juga lupa kok kalau pernah lama di Bandung. Apalagi kalau mengingat awal-awal tahun kepindahannya sebagai mahasiswa baru. Masa dia masih culun dan suamik belum memasuki fase mas-mas ~~ sepertinya cupu layak disematkan di nama tengahnya.. (sumpah bukan gue yang bilang.. suamik sendiri yang mengakuinya).

Oh memang ada apa dengan cupu? Ya ngga papa juga sih, kita semua pasti pernah kok mengalami cupu pada masanya.. Cuma waktu remaja dulu gue suka malas kalau jalan sendiri dan ketemu mas-mas cupu yang nongkrong di depan mall.. Rasanya ingin cepat-cepat kabur,, soalnya mereka seperti penonton acara fashion show tapi versi yagitudeh alias yang suka nyuit-nyuit tiap ada cewek lewat.. Aku kan tatuuut.. 
Tapiiii kalau jalannya rame-rame sama temen-temen cewek? Beuuh... kayak berani-beraninya aja.. Udah semacam rombongan street dancer yang mau adu gaya di jalanan.. (ngayal babuk). 

Jadi itulah sebabnya gue menaruh sedikit harapan kalau suamik bukan termasuk the rombongan mas-mas itu? Ada betul saudara-saudara?

Gue         :  " Papih, kalau malam minggu kamu nongkrong dimana?"
SUamik   : " Bandung Indah Plaza doong.. Paling keren waktu itu.. Habis mandi sore, rambut belah pinggir.. (terus sadar kepalanya plontos kena ospek) terus nongkrong depan BIP"
Gue      : " Papih jadi anak nongkrong BIP? Ngguayaaa.. cewek bandung kan cakep-cakep yak." ( artinya : mall Bandung pasti lebih hip-hip-horay daripada Singosaren Plaza SOlo)
Suamik  : " Iya geulis banget.. Kita nongkrong depan mall.. liat anak-anak lain pakai mobil ceper... sound system DHUNG JEDHUNG gitu.."
Gue         : " Papih bukan yang naik mobil?"
SUamik   : " Bukan haha. Kalau ada yang lewaat.. BEEOUUH ANJJHEEER.. terus kita tepok tangan"



Hastagaah. Ketika gue sebel ama mas-mas nongkrong tukang suwiwit.. eh di belahan bumi lain dengan waktu yang sama.. suamik sedang nongkrong depan mall sambil bersorak horraay kalau ada mobil ceper lewat...

  
  • Kembali ngomongin adegan ranjang...
Dulu pernah nulis tentang adegan ranjang disini. Tetapi seiring berjalannya waktu pernikahan ternyata hasrat untuk bercerita tentang bed time story kembali muncul

Begini ya, salah satu tips pernikahan langgeng adalah saling pengertian. Termasuk didalamnya bertoleransi dengan kebiasaan pasangan di ranjang.. Posisi tiduuuur maksudnya... Ingat, kalau mau ho-oh ho-oh baca novel Abdullah Harahap ajah..
 
Jadi, dari awal pernikahan pembagian kekuasaan di tempat tidur lebih mirip lautan yang menguasai 70% total luas Indonesia. Begitu juga diriku di atas kasur. Tanpa hak veto, gue menguasai 70% total luas kasur. 

Suatu ketika, gue terbangun dan merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan leherku..

Gue        : " Kok leherku sakiit ya buat nengok, Apa aku salah tidur ya."
Suamik : " Yaiyalah, wong kalo tidur badanmu gak jelas, kadang kakimu yang berat banget nimpa aku. Malang melintang sepanjang kasur,, Kadang aku mikir kamu udah terkapar di lantai.. "
Gue        : ... (langsung belajar tidur solehah)...

... pasti aku bermimpi jadi anggota super junior..

Apalagi begitu anakku lahir.. mau posisi tidur seperti apa, Aidan akan membujur di atas bantal dan pantatnya akan mendarat di wajah. Tinggal milih saja giliran wajah siapa.. gue atau suamik.

Nah kalau suamik gimana? Di manapun dia berada, satu hal yang pasti, DIA HARUS MEMBELAKANGIKUH. HUH.. Untungnya, meskipun hanya bisa memandangi punggung, tapi suamik nggak ngorok. Jadi gue masih bisa tidur nyenyak sambil bermanuver. Paling suamik sekali-sekali yang dapat mimpi buruk.

Berbicara tentang mimpi buruk... 

Alkisah kami bertiga sedang tidur nyenyak.. Suasana seperti malam-malam ini.. gelap tanpa bintang dan mendung berangin pertanda sebentar lagi akan hujan. Angin dingin berhembus kencang meniup gordyn kamar mengakibatkan gordyn secara samar bergerak-gerak dengan sendirinya.. Mungkin kalau gue masih mendengarkan siaran drama radio Misteri Gunung Berapi, tidak berapa lama lagi pasti terdengar auman harimau jadi-jadian.. terus aku diselamatkan Sembara *khayalan tingkat tinggi*.

...Tiba-tiba... 


Kepala gue mengalami tindihan atau bahasa ilmiahnya sleep paralysis. Ini apa yang menindih mukaku? Rasanya seperti sedang dibenamkan dalam adonan donat yang sedang diuleni. Alias berat dan kalis. Jangankan menggerakkan kepala, bernafas saja sulit... Aku melirik suamik yang sedang membelakangiku

Angin masih menderu-deru, daun pisang dan daun pohon belimbing di samping kamar terdengar saling bergesek-gesekkan.. 

... Pengap...


Susah sekali untuk bernafas.

Ternyata si adonan nemplok tadi adalah pantat Aidan. BYUUH. Segera gue memalingkan wajah ke suamiku. Sambil mencari udara gue membangunkan suamik minta tolong mengangkat badan anakku... 

.. Cream anti aging? Yang gue butuhkan cream anti pesing..  
foto diambil dari sini

"Papih.. Toloong Pih"
 
Lama sekali suamiku terbangun..

"Papiih... papiiih.. tolong angkat badannya Aidan.." 

Gue melihat pundak suami bergerak naik turun dan badannya sedikit bergerak. Kemudian...


...BRUOOOOOT.. 
 
.. tulooong.. aku dapat serangan buanng gas.. tuloong..

  • Kalau suamik tiba-tiba memberikan serangan jantung..
Pada suatu sabtu yang baik-baik saja, kami mencoba mengajak Aidan family movie date untuk pertama kalinya.. Soalnya setelah menjadi orang tua, menonton bioskop adalah kegiatan yang mahal sekali.. Jadi sudah cukup senang tuh walau hanya datang di lobi dan mencium aroma bioskop lengkap dengan teriakan mbak-mas ala kakak-kakak Giordano menawarkan pop corn-nya.. yang tentu saja jarang gue beli.. karena gue menyembunyikan cemilan di dalam tas. Ha!

Nah ketika sedang asik-asiknya bengong-bego dengan dalih liat jadwal bioskop.. tiba-tiba suamik mendekat sambil berbisik panik..

SUami   : " Dhek,. tadi aku ajak Aidan masuk, terus aku kaget.."
Gue        : " Kenapa pih?" 
Suamik  : " Dia horny dek masuk ke sini."
Gue        : " PAPIIIIH... AAA.. AAA.. APAAAN SIIH?!!" 


.. MODHIYAAAARRR..
 Itu seburuk-buruknya mimpi buruk bagi seorang ibu. Apalagi jika berita itu benar. Sementara suami gue masih berdiri serius, gue memperhatikan Aidan yang sedang jongkok sambil memperhatikan motif karpet.. memangnya bakal seperti itu ya gelagat kalau cowok sedang horny?

Gue        : " PAPPPIIH.. Horny?? Kenapa Aidan bisa begitu? "
SUamik  : " Iya, tadi waktu masuk ke sini.. badannya jadi tegang gitu, dia liat kanan kiri terus bilang ngga mau masuk. Kayak ketakutan gitu rewel mau nangis, apa ada pengaruh ya dari kecilnya ngga mau masuk ke bioskop ya?"
Gue     : " Ya Tuhaaan, itu bukan horny papii.,.. Itu namanya parnoo.. PARNOOOOOO...PARNOOOOK "






... sudah.. bubaaar..bubaar..baar.. bhaaay bhaaaaayy....



      

Kamis, 16 Oktober 2014

Bukan nguping Jakarta, Ini Nguping Ibuku.. Part : 4


Ketika sedang menyelesaikan postingan ini, gue dikejutkan kabar duka dari salah satu sahabatku +Radila Rezani B.W yang baru saja kehilangan sang Papa. Hhhh.. Turut berduka ya Dil, gue mengerti banget bagaimana sedihnya.

Tidak dipungkiri, gue sering rindu dengan alm. Bapak.. Semakin waktu berlalu, ternyata rasa kehilangan itu semakin nyata. Pengen memimpikan beliau tiap malam pun susah.. Kenangan itu harus gue gali dengan memandangi foto Bapak sambil mengenang cerita apa yang ada dibalik foto-foto itu.

Berkaca dari itu, gue ingin mendokumentasikan kenangan manis tentang mereka yang pernah singgah dalam hidup gue melalui cerita-cerita ringan dalam postingan ini. Tidak lebih.

Oh, apakah mereka-yang-namanya-gue-sebut tau kalau gue bahas disini? Tentu saja tidaaaaaaak.. Aku kan pemaliyuuh.. Kalau ketahuan lagi dibaca.. Bagaikan kepergok sedang mau nyolong kolor di jemuran.. (Entahlah, jangan tanya kenapa harus itu perbandingannya)

Jadi sekarang, kembali gue mengumpulkan nukilan cerita keseharian tentang Ibuku. Ya sekiranya sudah bisa membuat orang lain tersenyum ~~ minimal gue~~ itu saja gue sudah senang.

Sebelumnya  boleh loh kalau mau baca:
.. semua siap pada posisinya? Ready.. Set.. Go..

Antara Aku, Ibuku dan cucunya..

Mungkin karena sampai saat ini anak gue masih menjadi cucu laki-laki satu-satunya, jadi Ibuku dekat dengan Aidan. Nah biasanya apa yang gue batasi untuk Aidan, maka itulah yang ditawarkan. Jadi kalau Ibuk datang, anak gue senaaaang banget  karena mereka bisa berbagi kerinduan sambil makan Indomie, makan kerupuk, pesta ice cream dan minum teh.#lalalala #yeyeyeye
  • The power of Njajan...
Jarang banget gue diperbolehkan Ibuk untuk berleha-leha tidak rempong ngurusin anak. Jadi ketika pada suatu hari, Ibuk mengajak Aidan berjalan-jalan ~~ TANPAH DIRIKUUUH PEMIRSAAAH!!~~ tentu saja gue langsung pingsan telentang bahagia..

Beberapa jam kemudian, setibanya di rumah, anak gue sumringah membawa sekantong belanjaan dari Indomaret.

Gue     : " Aidan kamu habis ngeplak ibu ya?"
Aidan  : ... bengong..
Ibuk    : " Palak wi, bukan ngeplak.."
Gue     : " Nah itu diaa! Tadi aku mau bilang itu."

... hari itu gue sadar, bahwa ilmu kepleset lidah bisa diwariskan...

  • Ranjang yang ternoda..
Pada suatu pagi, ketika gue dan Aidan sedang main di tempat tidur, Ibuk masuk ke kamar sambil membawa secangkir teh untuk ditawarkan ke anak gue. 

Baru juga beberapa detik memalingkan wajah, tiba-tiba gelas jatuh, air teh tumpah dan membasahi tempat tidurku. Iyah, kasur dengan seprei licin yang baru dipasang..

Gue *Melihat ke Ibuk*     : " IBUUUUKK kok gelasnya dikasih ke Aidan??"
Ibuk *Melihat ke Aidan*  : " AIIIDAAAAN.. Kok gelasnya ditaruh di kasur?"
Aidan* Melihat ke sebelahnya yang kosong* : " Yaaah tumpaaah"

Pe-er banget kan gue harus membersihkan genangan teh di kasur.

Ibuk  : " Di hair dryer aja. Thalita (keponakan gue) waktu ngompol bekas ama baunya hilang. "
Gue   : " Mba Rini ngedumel dong."
Ibuk  : " Iya, bangun pagi-pagi sudah ngompol.. "
Gue   : " IH!! Paling malas kalau kasur ada bekas ompol.. "
Ibuk  : " COba di hari dryer.. Yakin, bekasnya ngga ada."
Gue  : " Tumben, biasanya kasurnya Mba Rini pakai seprei anti air kan? Ngompol di mana? Kasurnya Ibuk di Yogya?"
Ibuk  : " Bukan, di kasurmu.."
Gue   : " HAAAAAAAHHHH??"
Ibuk  : " Iya, dikasur yang kamu keringin tuh. Di bagian kepala lagi.. Ngga pesing kan?"

.. OOOH TIDAAK PULGOSO..

.. apa salah dan apa dosaku *nyanyik*.. ternyata selama ini kami tidur beralaskan aromaterapi alami.. alias bekas ompuwoooll...

  • Minumnya harus pakai kacamata..
Suamiku itu idolanya Ibu-Ibu di kantor. Apapun yang dijual pasti terpaksa dibeli sama suamik. Jadi bisa tuh pulang kantor tiba-tiba membawa berbagai barang belanjaan. Mulai dari wajan, happycall, alat penghancur lemak, alat pijat, dll dsb.

Hingga Ibuku liat madu yang baru dibeli suami.

Ibuk  : " Kamu beli madu 3 dimensi dimana?"
Gue  : " Madu 3 dimensi?"

 ...OMG horor amat. Mungkin kalau mau makan gue harus pakai kacamata 3 dimensi...

.. Ha, belum tau ada kacamata 3 dimensi kalau makan madu?..

Ibuk  : " Itu lo madu yang di kulkas.."
Gue   : *liat label*.. " Ibukk ini madu 3 in 1"

Pasti si madu ini sering jadi joki 3in1 di jalan jendral sudirman. Pasti itu.


Antara Aku, Ibuku, dan Anak laki-laki Ibuku

Adek gue baru saja pindah ke kantor baru. Tentu saja kami membahas tentang gosip seputar kantor barunya. Apalagi kalau bukan itu?
  • Mungkin si bos bule bisa dijadikan bekal
Ibuk   : " Adikmu Sudah nggak ada lembur. Jadi ngga pulang malam lagi.."
Gue    : " Bagus dong.."
Ibuk   : "Soalnya bosnya nggak mau. Kan kantor adikmu baru aja ringroad bos bule. "
Gue    : " Ringroad apaan? Rekrut maksudnya?"
Ibuk   : " Iya itu, yang kantornya abis rengkot bule."
Gue    : " Rekruuut itu, rekruuuutt.."

... Kasihan membayangkan si bos bule yang diforsir suruh kerja bagai tol outer ring road dan berakhir mangkrak jadi rengkot alias rantang
     
  • Eh, jadi gimana komputernya?
Gue  : " Bu, komputer di kantornya gimana? Keren dan canggih nggak?"
Ibuk  : acuh tak acuh " Ya masih sama aja, masih yang ngadep ke muka.. "
Gue   : ... *menghela nafas*..

..tenang cyiinn, mungkin di belahan dunia lain ada komputer yang membelakangi wajah..

  • Ketika piknik bagaikan mudik..
Kantor adek gue menerapkan program wajib travelling tiap satu-dua-bulan sekali. Asyik ya. Sejauh ini destinasi yang diambil biasanya pantai dan gunung..
  • Siapa tau bisa ketemu Renegade di pantai..
Selama beberapa hari gue menyaksikan Ibuk heboh menyuruh adek gue packing seakan dia mau pindah ke galaksi lain. Tentu saja adek gue malas. Karena apa sih yang mau dipakai anak cowok ke pantai? Paling celana pendek dan sandal jepit. Nah, tepat hari keberangkatan gue melihat Ibuk dan adek gue berdebat..

Ibuk  : " Ini, adekmu ngga mau nurut, padahal semalam Ibuk sudah siapin.."
Gue  : " Emang yang mau dibawa apa?"
Ibuk  : " Aku suruh bawa jaket jeans ama sepatu..."

.... adek gue cemberut, Ibuk ngedumel dan gue? Ngakak..

  • Mungkin tiap weekend ada arus mudik ke Bandung, sepertinya..
Ketika itu kami sedang berada di pusat perbelanjaan, tiba-tiba gue mendapat serangan panik melihat Ibuk sibuk mondar mandir berjalan menggeret koper di salah satu gerai tas...

Gue   : " Ibuk, ngapain beli koper lagi? Buat apalagi?"
Ibuk   : " Ini buat adekmu nanti piknik ke Bandung.. Kasihan ngga ada tas.."
Gue  : " IBUUKK JANGAN DIBAYAR. Itu koper. Ini ke bandung semalam, emangnya mudik lebaran ke Jawa?"

... adek gue harus berhutang nyawa sama gue, kalau ngga bisa-bisa dia beneran seperti kontestan AFI yang harus di eliminasi turun panggung.. 

Hari-hari ketika Ibuku sedang ada di Jakarta. 

  • Nguping Ibuku di telepon
Suaranya menggelegar dan penuh semangat 45 layaknya para anggota DPR interupsi pengen cari perhatian. Begitulah Ibuku ketika sedang berbicara di telpon.

Suatu hari, Ibuk yang baru tiba di Jakarta, menelepon dan mendelegasikan urusan kos rumah di Yogya dengan tetangga kepercayaan beliau .. kita sebut saja.. mba HestiKoesEndang.

Si penerima telpon : " Halo."
Ibuk    : " HALO.. HALO MBAK HESTIKOESENDANG? Mbaak .. aku ke Jakarta sebentar ya Mbak, aku titip rumah.. nanti ada orang tuanya anak kos yang mau datang.."
...terdiam...
Ibuk  : " Halo.. oh salah sambung ya. Ini tacik toko di Lebak Bulus? Eh iya haha maap cik, saya pesan Aqua Galon dua biji ya cik.."

... jauh amat salah sambungnya Buk,,,


  • Please minggir sebentar ROro Jonggrang..
Malam itu ketika suamik baru pulang kantor, doski menjumpai ada menu makanan Papeda.

Suamik : " Wah Ibu bikin Papeda ya?"
Ibuk      : " Iya Mas, coba diicip enak ngga.. tadi saya bikin Bappeda.. "

Gue menatap takjub penuh damba ke Ibuku.. Keren kaan. Jagoan sekali beliau sanggup bikin Bappeda alias Badan Pembangunan Daerah di dalam dapur kecilku.. ROro Jonggrang, Roro Jonggrang who?..
.. kamsiah, kamsiaah.. Ibuk memang jagoan..

  • Kunciiii oh kuncii...
Pada suatu siang yang panas.. Ibuku berjalan kaki ke bank dekat rumah. Tidak berapa lama gue di sms untuk menjemput Ibuk. Walaupun malas, tapi tetap harus berangkat. Kalau telat sedikit, Ibuk akan berjalan kaki pulang terus sms sambil nyanyik ala Cita Citata.. "sakitnya tuh di sini.. sakitnya tuh di siniii"..

Beberapa menit kemudian

Ibuk  : " Udah berangkat belum?"
Gue (panik) : " Iya, ini baru mau berangkat sebentar lagi, ini siap2..."

bo'ong dhing, gue masih mencari kunci mobil yang raib ke seluruh penjuru rumah.. Hasilnya? Nihil. Duh gimana ini?

Gue   : " Ibuk, tau kunci mobil dimana ngga? Aku udah mbongkar rumah."
Ibuk  : " Ajeg, kamu wi.. Selalu lupa nyimpen barang.. blablablabla. Makanya kalau nyimpen di tempat yang bener!! Kunci mobil ya simpannya diiii.... "

... terdiam... 

 " Ada di tasnya Ibuk.. kebawa pergi ternyata.. "

BHAAY... BHAAAY.. GUTBEEII
.. aku lelah sekali...

Ibuk  ; HHHHH... *menghela nafas karena harus berjalan kaki pulang*
Gue  : HHHHH * menghela nafas karena harus membersihkan rumah yang udah kayak habis diterjang buldoser.. alias beraantokaan*.
AIdan : HHHHH * menghela nafas karena apa ya?.. nggak jelas juga*.

  • Pantesan sering masuk Infotainment
Melewati tempat fitness di salah satu Mall Jakarta Selatan, panggil saja namanya PIM, tampak lampu ajojing bekerlap-kerlip dan musik kencang bertalu-talu. Semua sibuk berolah raga dan banyak pria wanita berbusana siap mengeluarkan peluh yang keluar masuk tempat itu.

Ibuk  : " Eh ada banyak artis!!"
Gue   : " Ha dimana?"
Ibuk  : " Itu. Selebriti. Isinya artis semua kan? Atau yang punya selebriti?"

... Iya, ini percakapan kami yang terjadi tepat di depan lobi pusat kebugaran Celebrity Fitness...


  • Sungguh lelah jadi mbak pelayannya 
Dalam episode mau membungkus makanan di sebuah restoran

Gue         : " Mba, ini makanannya di take away aja ya.."
Ibuk          : " Cakwe?"
Waitress  : " Cakwe-nya kosong."

Gue           : " Ibuk mau cakwe?"
Ibuk          : " Nggak, kamu pesen cakwe?
Waitress  : " Cakwe-nya kosong."

Gue           : " Aku ngga pesen cakwe."
Ibuk           : " Kok tadi bilangnya cakwe?"
Waitress  : " Cakwe-nya.. ko... song (cape jugah sayah)."
Gue           : " Take away buu... mbungkuuusss"

 ... mbuleet yaaa...



Jumat, 26 September 2014

Bukan Nguping Jakarta, Ini Nguping Ibuku.. part. 3

Tadinya mau melanjutkan postingan tentang Yogya Trip, tapi ternyata akuh mengalami writer's block alias ngga mood bin malas.. Apalagi Jakarta sedang musim nyamuk. Iyah, serangan membabi buta dari rombongan nyamuk nan ganas itu *padahal apa salah babi, kok dia harus jadi buta?*.

Jadi daripada tidak ada tulisan sama sekali, sekarang gue bikin rekapitulasi cerita tentang Ibuku lagi aja ya..

Seperti biasa, isi cerita ini masih berupa hasil nguping ibuku. Kalau ingin nguping Ibuku lebih jauh bisa main ke part 1 dan part 2.


Dalam episode jalan-jalan dengan Ibuk.
  • Rasakan saja, jangan dibayangkan wajahnya..
Lokasi : Tikar di Monas. 
Nggak ngapa-ngapain juga sih disini, cuma leyeh-leyeh di tikar seraya menatap horor para Ondel-Ondel yang suka meminta uang. Nah sambil gegoleran, Ibuku memesan Pop Mie dan gue, Kerak Telor. Masalahnya, dari dulu sampai sekarang gue selalu tidak cocok dengan rasany..

Gue    : " Rasanya kerak telor biasa banget ya buk."
Ibuk   : " Ya semua kerak telor begitu, kan sudah di princess."
Gue    : " Princess? Barbie? Disney?..
Ibuk   : " Itu lo princess yang beli dimana-mana semua rasanya sama.."
Gue    : " Itu franchise ah buu.."
Ibuk   : " Emang tadi Ibuk ngomong apa?"
Gue   : ....
.. disuruh main di film putri kerak telor yang tertukar? Heeh?... mauu mauu mau..

  • Lihat kebun teh ala anak hipster..
Lokasi : Kebun teh Puncak. 
Saat itu perjalanan ke Puncak terhitung lancar karena tengah diberlakukan sistem buka tutup. Baru kali itu gue melihat begitu banyak polisi sibuk mensterillkan jalan. Aku jadi ngga enak, udahnya jarang ke puncak.. eh sekalinya pergi, jalannya dikosongin.#hidih #siapagueh #itu_presiden_yang_mau_lewat_kalii

Setelah tiba di Puncak dan melakukan ritual ala turis ibukota, seperti minum teh dan naik kuda, kami melanjutkan perjalanan mencari tempat yang nyaman untuk melihat sunset. Nah, selama perjalanan menuju puncak gemilang cahaya.. eh salah itu lagu AFI.. gue mengandalkan Ibuk sebagai navigator.

Naik turun.. belok kanan.. belok kiri.. mentok putar balik.. akhirnya kami berhenti di hamparan rumput yang berada di depan salah satu bangunan. Spot ini dirasa cukup strategis karena dekat dengan air mancur dan toilet yang bersih.

Nah ini dia tempatnya.


Sambil piknik, pandangan kami terfokus pada lobi bangunan didepan.

Ibuk  : " Untung kamu ke puncak ama Ibuk. Jarang2 kan wi, makan dengan pemandangan seperti ini.." 
Gue  : " Iya bu soalnya cuma kita yang piknik di depan pabrik teh.."
.. Untung libur, kalau nggak, kami sudah diketawain pegawai pabrik yang baru pulang kerja.

  • Apalah arti sebuah label harga?  
Lokasi : Sebuah mall ternama di Jakarta Pusat.
Sepulangnya dari menemani bocil liat fountain show, Ibuk ingin mampir ke salah salah satu departemen store yang sedang sale.

Gue mendapatkan serangan panik menyaksikan Ibu berjalan menuju fitting room. Iya, dalam banyak hal, terutama shopping, Ibuku itu impulsif sekali. Wajar kan kalau gue lega ketika menyusul ke dalam dan mendapati Ibuk hanya mematut sebuah kemeja putih lengan panjang.

Ibuk : " Bagus kan wi. Diskon. Ibu beli ini aja ah murah cuma Rp. 200ribu."
Gue  : .. curiga. Ngintip label "Iya bu murah, jadi cuma Rp 2 juta.."

Untung, ingat di semua kejadian harus ada untungnya.. Kami sadar tidak didepan mbak kasir. Kalau iya.. aa.. aa..ku tak.. sanggup membayangkannya.

  • Sudahnya bisa bikin uang, mobilnya keren lagi..
Lokasi : Kemacetan jalan ibu kota.
Sambil misuh-misuh menikmati kemacetan Jakarta, kami memperhatikan deretan gedung-gedung di sepanjang jalan Sarinah-Thamrin.

Gw      : " Ooh jadi ini kantor kementrian agama ya.. Bukannya dulu RRI?"
Ibuk    : " Bukan, ini kantornya apa itu.. yang mobilnya bagus. Nah, Ferrari."

.. menatap gedung yang bentuknya 'kantor pemerintah' banget.. Yakin. Gak mungkin banget sekelas Ferrari mau berkantor disana..

Gue  : " Ngga mungkinnnn..."
Ibuk  : " HIH. Ngga percaya tho kamu?"
Gue  : " Ya darimana juga bisa majang mobilnya.. Buluk gitu kantornya."
Ibuk : " Ferrari itu yang kerjaannya nyetak duit, kan? Enak banget ya uangnya banyak."
Gue  : " Hastagaaah.. bukan Ferari buk, itu Perum Perruri..."


Kalau sedang ala-ala Mommy Daughter relationship.
  • Bukan vegetarian, ini bahan-bangunantarian..
Gue    : " Ibuk, tamu-tamunya mau disugihin cemilan apa?"
Ibuk   : ".. Itu ada gypsum.."
Gue    : " gypsum?"
Ibuk   : " Yang kayak empek-empek itu.. ibuk angetin di kukusan magic jar."
Gue    : .. *buka magic jar* " Ini dimsum, Ibuk.."
... Eh tapi, siapa tau teman-temannya Ibu sebenarnya suka ngemil gypsum, eternit, plafon dan minumannya cat tembok... Siapa tauuu
  • Biar ngga ngerti, asal setuju saja..
Ibuk : " Wi mbakmu nitip dibelin hgwy*%0nhv@#nr87twda esens katanya biar mukanya ngga kusem.."
Gue   : " Heh?"
Ibuk  : " Itu loh huahi#$jk*0ggfsbcza*vgr%pojyhvudh97aidui esens."
Gue   : " Haah? Oooh ituu... Oke. Oke."
Ibuk   : " Mbuh wi,, Hah... Heeh... Hah... Heh.."
  • Ibuk, aku tuh adik ketemu gede-nya Jo In Sung..
Ibuk     : " Kamu tak perhatiin makin lama kayak anak laki si. Jadi mirip Heri."
Gue     : " Hastagah!! Heri, anak kos ibu yang ganteng itu kan?"
Ibuk     : " Bukan, Heri itu tukang yang ngecat rumah Ibuk.."
Gue   : ... aaakk.. aaakk.. ini aku mau keselek apa lagi ini *cari barang-barang yang bisa ditelan.

.. Haee.. kenalkan nama saya Heri... Alias Heriam Belina...

Gini-gini, kami juga nonton berita kok.. Kalau sempet.
  • Susah ya neeiik cari uang itu.. 
Gue   : " Buk, liat deh bu ayam negeri itu suntikan semua"
Ibu    : " Nggak usah ayam, gurame ama lele aja disuntik."
Gue   : " Gimana caranya nyuntik peternakan ikan lele? Licin banget kali"
Ibuk  : " Ya gimana kek, ditangkapin satu persatu dong terus disuntik."

  • Jadi, tadi ngomongin apa? 
Anchor news : " Presiden terpilih Joko Widodo.. blablabla.. "
Gue    : " Nah, jadi tuh ya bu Jokowi itu blabalbal..blablabla..."
Ibuk    : " Sek to, diem dulu Ibuk ngga dengar beritanya.."
Gue   : ....
Ibuk   : " Tuh kan, kamu si ngomong terus tadi jadi Ibuk ngga denger.."
Gue    : " Ya kan ngomong dikit aja kook.."
Ibuk   : " Diemo sek to,. ini ngga kedengaran.."
Gue    : " Naini udah diem, malah Ibuk yang bicara terus.."

.. ora uwis uwis.. ketika sama-sama diam,,

Anchor news  : ".. Berita selanjutnya.."

.. Eh, apa itu tadi? Kami masih nggak ngerti juga berita Jokowi tentang apa...
 
  • Robin WIlliam who? 
Gue   : " Ibuk!! Robin wiliam mati bu!!"
Ibuk  : " HAH?? Yha ampun kasihan.."
Gue   : " Gantung diri dia."
Ibuk  : " Ya ampun!! Padahal kan dia orang kaya. Eh yang kaya siapa ya?"
Gue   : .. mulai sadar.. " Ibuk tau Robin Williams kan? Artis barat?"
Ibuk  : .. melengos, kembali masak.. " Yo orangertii.."

  • Langsung diem, dan ngukur lingkar perut..
Gue   : " Robin Williams bunuh dirinya karena depresi."
Ibuk  : " Itu, apa itu namanya sebabnya lolebih ya?"
Gue   : " Hee??"
Ibuk  : " Itu looo lolebai... Yang Marshanda ituuu."
Gue   : " Haa? Bipolar?"
Ibuk  : " Nah iya itu loh yang katanya beda-beda kepribadian.. Lolebar kan?"


.. Iya buuukk.. Aku lebar buuk, lebuaaar...




  • Mungkin, ada yang namanya toko tikus...
Gue   : " AKu ngga bisa jemput ya bu, mau ada workshop."
Ibuk  : " APa worosop?"
Gue   : " Bukan, workshop.."
Ibuk  : " Merosot?"
Gue   : " Weeerk... syooop"
Ibuk  : " Iya, iyaaa. Jadi waarok syop itu apa?"

nyerah saya nyeraah, yu nau apa itu warok shop.. some of grey-hairy-animal yunaaau,, iya itu si tikus warok alias tikus got.. Nah bayangkan ini ada tokonya. Bubaar sudah, bubaar...


  • Dikasih bumbu dapur, pasti lebih nikmat..
Ibuku itu fans berat kopi sekaligus penggemar oleh-oleh. Jadi tau dong oleh-oleh apa yang paling berkesan untuk Ibuku. Iya. Kopi. Kebetulan gue punya dua-duanya untuk Ibuk.

Gue    : " Ibuk, ini aku dikasih oleh-oleh temanku kopi laos. Cobain deh."
Ibuk   : " NGGAK MAU AKU!!"
Gue   : " Ih tumben, yaudaasik kalau nggak mau. Segitunya amat. Namanya juga oleh-oleh, liat aja belum."
Ibuk   : " NGGAK MAU!! Karepmu opo? Pokoknya Ibuk ngga mau dipaksa. Kok disuruh minum kopi laos."
Gue   : " Ini bukan kopi laos.. ini kopi dari Laos."
Ibuk   : " Apalagi itu. Aneh-aneh aja sekarang ini, ada lagi kopi laos."
Gue    : " Eh, sebenernya Ibuk tau ngga kalau ada negara namanya Laos.. "
Ibuk   : " Nngg.. nggak tau."
Gue    : .....


... problem solved...


Mungkin kalau nanti gue membawa Kopi Kamboja, Ibuk akan menyiram gue dengan rangkaian kalung bawang putih.. karena siapa juga yang mau minum kopi rasa bunga Kamboja. Yakin gue, kopi kamboja akan bersaing ketat dengan teh malik.







.... bersambung, yaa....

Minggu, 17 Agustus 2014

Yogya Trip. ~~ When Life gives you Sinetron ~~

Prolog: 

Episode sebelumnya ada disini.

Hari semakin terang saat kereta kami membelah hamparan sawah dan sungai. Gue lapar. Bersempit-sempitan di kursi cukup membuat perut ini protes. Adalah ide yang cerdas untuk menghabiskan sisa siang itu di gerbong restorasi daripada makan sambil bejibaku di kursi.

Kalau ada yang bertanya, mas ganteng sebelah gue sedang apa, doski sedang molor nganga.. 

Puas kenyang sambil nongkrong cadas, kami kembali ke tempat duduk. Diiringi suara desis rel kereta api, gue mencoba mengikuti jalan cerita film di TV. Masalahnya, volume TV ini hanya bisa menjangkau mereka yang duduk paling depan.. jadi bagi kami yang duduk di tengah dan selanjutnya ke belakang, dipersilahkan untuk menyaksikan film bisu.

Menyerah, akhirnya sambil angon bocah, gue memperhatikan saja kejadian di sekitar. Ada mbak-mbak yang tadinya duduk bosan berpangku tangan kini asik ngobrol dengan teman seperjalanannya. Ada mahasiswa unyu bak figuran sinetron tapi waktu bicara logatnya medhok banget. Ada anak yang sepanjang perjalanan tidak berhenti bertanya pada bapaknya.. untuk apa berlapar-lapar puasa, eh salah itu lagu Bimbo..

Ngomong-ngomong soal percakapan, gue jadi ingat awal kepindahan kami ke Solo, dimana masalah terbesar dalam hidup adalah mengartikan bahasa jawa.

Ceritanya gue sedang main dan ditawarkan makan siang di rumah teman. Apakah gue menolak? Tentu saja... tidak dong. Mohon dimengerti, prinsip berbukalah dengan yang traktir sudah berlaku sejak kecil. Apalagi, rumput tetangga tampak lebih hijau, maksudnya lauk rumah teman selalu lebih enak dari rumah sendiri.

.. makan gratis..  makan gratis...
Sesampainya di meja makan, gue menatap nanar ke berbagai macam hidangan yang tampak lezat. Tapi kan namanya anak-anak, bingung aja gitu mau mulai dari mana.

Mama teman   : "Silahkan mbak Dewi."
Gue                    : "Inggih buk.."  (siap-siap menyendok semuanya)
Mama teman : "Kalau ini Jangan Asem, yang ini jangan, yang ini juga jangan." (menunjuk satu per satu menu yang ada di meja makan)
Gue                   : "..." (langsung jiper begitu diberi peringatan 'jangan')
Mama teman  : (mengeluarkan beberapa mangkok lauk sayur lagi). "Kalau ini sambel yang ini kerupuk karak."


Lah kok semuanya jangan? Walhasil gue hanya makan tempe, kerupuk dan sambel karena gue pikir cuma menu itu yang boleh dimakan. Pupus sudah harapan untuk bisa kenyang bahagia.

.. bagaimana? enak makanannya?..
... ii.. ini .. ee.. eeenak banget..

Apa salahkuh? Sambil nelen tempe yang keset kering gue menengok kanan-kiri siapa tau dari balik lemari muncul agen interpol yang langsung menyergap. Bisa jadi sedang ada operasi tangkap tangan dan mereka curiga gue adalah Pablo Escobar.

Nih yaaaa, perlu waktu cukup lama untuk tau ternyataa si Ibu tidak melarang gue makan, melainkan kata Jangan kalau di Solo artinya sayur. Ya manalah awak ni tauuu makciiik...


Kembali ke.... kerrreta

Tidak berapa lama kemudian, kereta memasuki stasiun Cirebon. Hampir separuh penumpang terutama rombongan artis Lima Serigala ini turun..

Eh tunggu dulu.. banyak yang turun, artinya...

HORRREEYYYY... banyak kursi kosooong... Kita bisa pindah tempat duduk. Gue bisa selonjoraaan.. Aidan yang sudah kenyang, sekarang mengantuk.. dipuk-puk dan dia tidur siang. 
Sekarang gue bisa istirahat, main handphone dan punya banyak waktu bengong memikirkan apa yang terjadi dengan dunia ini.. Mana itu yang namanya world peace? ~~Sambil benerin selempang Miss Universe eh salah, maksudnya Miss Kunyitperes~~

Sedang asik sendiri, tiba-tiba ada suara gaduh. Waduh. Di depan mata gue sedang berlangsung scene adegan kekerasan dalam rumah tangga. I mean literally... ~~ bukan literan~~. Ada keributan yang terjadi di kereta. Tepatnya dua kursi didepan gue

.. E kaget aku... Apa sedang ada shooting?..

Mungkin ada sinetron baru dengan judul:
Catatan Hati Seorang Istri Tukang Bubur Naik Haji Yang Tertukar dengan Para Pencari Ganteng Ganteng Serigala. 

Pemeran utama : aktor yang hornian melulu, alias Shandy Sundolo sama artis yang akhirnya maunya angkat koper dari lokasi shooting. Novia Koklopacking.

Oh Tuhan.. tolong...


Eh jadi tadi gimana? Iya. Tiba-tiba ada yang bikin rame..


BLAK KEETEPLAK PLAK KEPLAAK KEPLAAAKKK
*sulih suara: demikian penggambaran suara ributnya)


Gue melongo dan si mas ganteng mak njegaghik terbangun dari tidur nganga-nya.. 

Ada sepasang laki-laki perempuan sedang bergumul ~~iya ya, masak hanya seseorang sendirian,, nanti dikira vampire hunter.. alias pemburu nyamuk sedang beraksi~~.

Ciri-ciri pasangan ini :
  • Pasangan ini ber-etnis tionghoa dengan rentang usia pertengahan 30. Loh seumuran gue dhooong.. eh eh tapi, tampak dari belakang-genic-nya lebih tuaaak si om kokkk.. Pembenaran. Aku kan aseliknya toko baju, itu loo forever 21. 
  • Sang perempuan berkulit putih, berambut hitam tebal dan dikucir kuda. Untuk selanjutnya kita panggil dengan nama si Istri pasrah.
  • Laki-lakinya sedikit tembam, gue rasa matanya bisa bersaing secara sehat dengan pipi roti boy-nya. Wajah biasa-biasa aja cenderung tidak biasa.. alias out of market *oke, ngerti kan, dekskripsi ini yang paling penting*. Untuk selanjutnya kita sebut sebagai Om jelek-tapi-galak

Mereka seperti bermain adu tangkis. 

Bukan. Salah

SI Om wajah out-of-market ini sedang memarahi pasangannya..
Tegang.
Semua mata tertuju padamu..
Lalu muncul Hari Tanoe, eh apa mungkin pasangan ini adalah pak Wiranto yang sedang menyamar.. Nggak dhing, itu tadi tagline Miss Indonesia kok.. mohon dimaklumken..

Kami kaget tak tau harus berbuat apa. Kejadiannya begitu cepat.. Mungkin kalau ada Superman, Clark Kent belum sempat ke balik semak-semak untuk membuka baju.. perkelahian itu sudah keburu memasuki babak final.

Kalau tidak ingat, yang mana berarti sudah lupa.. kira-kira begini kronologis sebagian perselisihan tersebut..

Om jelek-tapi-galak   : ".. INI LIHAT INI.. LIHAAT INI...!!!"
Istri pasrah               : "... " *berbisik-bisik* bermaksud menenangkan yang sepertinya tidak berhasil.
Om jelek-tapi-galak : "HESHRN@%#&%&^UEPHEWAPIA78%CAZ KHG7k 67DAWAKAWAKKA"..

... akuh kebelet pipis maah.. aku kebelet pipiiiss..

.. mas tenang.. maluuu mass.. sinih pakai pampers..

Oke ini garing.

Pokoknya gue hanya bisa mendengar monolog si Om yang marah-marah ke istrinya dan terdengar seantero gerbong.. Tapi dasarnya kuping rada congek jadi masih aja tidak jelas. Tunggu. Jarak dua kursi, si pria tereak-tereak tapi masih nggak dengar? Anuk, ituh, mungkin sayah lupa *tenggak ginko biloba*

Tidak cukup sampai disitu, tiba-tiba si Om jelek-tapi-galak sepertinya akan bermain tangan..

EEH EEEH HWEHH.. SI OM MELANCARKAN SERANGAN!!
SI ISTRI MENANGKIS SI OM ..
OM TERUS MENEKAN
PENGEMBALIAN YANG BAGUS SEKALI, SI ISTRI MAMPU BERTAHAN 
PERTANDINGAN BERJALAN DENGAN ALOT
SI OM BERUSAHA MENGEJAR KETERTINGGALAN
SI ISTRI MENGAMBIL KUDA-KUDA JURUS KUNGFU PEREMUK TULANG

..tunggu dulu, itu tadi Chinmi-nya Kungfu Boy..

kemudian ada yang iseng lewat

"BACANG AYAM, TAHU BANDUUNG.. SIAPA MAU LEMPER?"

.. semua ngacung... *lalu gue ditimpuk pakai cireng*

DAN PERTANDINGAN MASIH BERLANGSUNG ALOT SAUDARA-SAUDARA
SI ISTRI BERHASIL MEMBALAS DENGAN SEMPURNA
JUMPING SMASH
DAN AKHIRNYA
... JEBREEEEETTTT...

Tadi itu apa ya? Komentator pertandingan bulu tangkis, sepak bola atau pertikaian suami istri..

Maafkan akuh.

..Bukannya tidak empati, akuh hanya becanda..

Tidak sampai beneran sampai baku pukul, tapi yagitulah kira-kira begitu kronologisnya. Gue hanya bisa melongo... HIH dari tadi begitu terus, yang lain dong. Oke, gue hanya bisa melanga..

Lalu apakah ada penumpang lain yang mencoba melerai pertikaian yang tidak seimbang tersebut?

Tidak.

Kami semua diam. Sepertinya everybody loves other people's drama. Apalagi penumpang di sebelah mereka terus menatap tanpa malu-malu.. Ih mas gak takut dilabrak apa?

Gue menoleh ke belakang,

Siapa tau datang sesosok tinggi besar, pakdhe Liam Nesoon yang kebetulan berperan jadi petugas FBI.

Atau mas ganteng sebelah gue dengan kacamata hitamnya ternyata buta tapi bisa nyanyik... itu Stevie Wonder.

Atau si mbak-mbak artis dangdut tadi memakai kostum superhero.. terus jadi Wonder Woman

Atau minimal si rombongan mbas-mbas asisten artis yang berformasi jadi boiben kece.. Itu Wonder? Wonder.. Rection..

Nyanyik " You don't know you saiful.. Ooo.. Ooo That makes you bang Ipull"

Tidak juga.

Semua hening... heniiiiing lengkap dengan keringat dingin sebesar upil yang membasahi jidat.. Kira-kira sepersekian menit yang seakan sepersekian menit lamanya.. Iya sama aja itu. Intinya tidak ada seseorang yang bergerak melakukan sesuatu.

Entah karena takut,
Entah tidak mau dianggap pahlawan kesorean,
Entah takut kena bogem matang pohon dari si om jelek-tapi-galak.

Apa yang bisa gue lakukan? Seharusnya gue bisa improvisasi. Mungkin ini kalimat basi, tapi paling tidak bisa mengalihkan pertikaian mereka untuk sementara waktu..

Gue       : "STOP, NDAK ISA KOKOHKUU!.. Jangan marahi taciknya, cukup akuh wae. Liaten apa seng mbok buat Koh.. Liat sinyo ini! Cukup aku seng mbok sakiti, Koh. Tampar aku.. tampar akuu koh.. tampoaarr!!!".
Mereka     : " Maaf, anda siapa?..."


.. dah neiiiikk....

Beres. Konflik mereka selesai dan masalah baru dimulai ketika gue berubah jadi samsak tinju.

Untungnya itu hanya khayalan, karena pada kenyataanya kami semua masih di posisi masing-masing.

Dan kecanggungan itu pun pecah oleh permintaan maaf si Om jelek-tapi-galak..

"Maaf ya sayang.. maaf ya sayang"

EH EH.. HIDIH HIDIIIH ENAK AJA.. JANGAN DIMAAFKAN BUUUK.. JANGAN MAUU BUUUKK.
TAMAT



Epilog:

Ini pertama kalinya gue menyaksikan keributan pasangan di tempat umum. Rasanya aneh sekali. Gue menceritakan dengan penjelasan berlebihan bukan berarti tidak berempati atau tidak berpihak dengan sesama wanita yang mengalami KDRT. Dari tulisan ini, atas nama sesama wanita gue mendoakan si Istri, dimanapun dia berada, selalu bahagia dengan keputusan yang diambilnya. Sudah itu saja. 


~~ nyambung maning besok, ya sobat sase~
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...